Pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza, usai memimpin latihan di Persija Training Ground, Rabu (13/8). (Dimas Ramadhan/JawaPos.com)
JawaPos.com - Pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza, angkat bicara mengenai Macan Kemayoran yang terusir dari Jakarta International Stadium (JIS) sepanjang Oktober karena adanya konser Korean Pop (K-Pop). Dia enggan ambil pusing masalah itu.
Persija Jakarta telah dipastikan tak akan bisa berkandang di JIS selama beberapa waktu, tepatnya sepanjang Oktober 2025. Bahkan, bisa lebih panjang hingga November 2025.
Fakta itu tak lepas dari JIS akan menjadi venue untuk konser grup idol K-Pop, NCT Dream, pada 27-28 September 2025. Konser ini sudah dijadwalkan lebih dulu sebelum stadion yang berada di Jakarta Utara itu resmi jadi rumah Persija.
Situasi ini membuat Persija harus meninggalkan JIS dari 17 September hingga dua bulan ke depan. Sebab, diperlukan proses loading dan perawatan serta pemulihan rumput pasca konser.
Nah, selama rentang waktu tersebut, Persija Jakarta punya tiga pertandingan kandang. Dua di antaranya berlangsung pada Oktober. Yakni menjamu Bhayangkara Presisi Lampung FC pada pekan kedelapan pada 4 Oktober, dan kontra PSBS Biak pada pekan ke-11 pada 31 Oktober.
Kemudian pada pekan ke-13, Persija akan menghadapi Persik Kediri pada 20 November. Macan Kemayoran juga akan terusir andai JIS belum dapat digunakan sepenuhnya.
Mauricio Souza sebagai pelatih Persija menanggapi situasi itu dengan santai. Dia tak menyangkal kalau dia cukup menyayangkan hal tersebut. Apalagi, Macan Kemayoran sudah betah bermain di JIS.
“Saya tidak tahu jawabannya. Yang saya tahu, stadion JIS adalah salah satu stadion terindah dan tercantik mungkin di dunia. Tentu itu memotivasi pemain untuk bermain di sana,” kata Souza di Persija Training Ground, Depok, Jawa Barat, Rabu (13/8).
Tak cuma itu, Persija juga punya rekor ciamik setiap menjamu tamunya di JIS. Sejak musim lalu hingga laga perdana Super League 2025/2026, Macan Kemayoran menorehkan catatan sempurna enam kemenangan dan satu imbang, tanpa tersentuh kekalahan.
Di satu sisi, Mauricio Souza legawa seandainya tak bisa di JIS. Ia pun mewanti-wanti pemainnya agar tak terpaku terhadap catatan tersebut. Bagi Souza, jika para pemain memiliki mental juara, maka siap berlaga di stadion manapun.
“Tapi, saya rasa pemain yang punya ambisi besar harus siap bermain di stadion mana saja. Yang penting lapangannya dalam kondisi baik untuk bermain sepak bola. Tentu kehilangan kesempatan bermain di JIS itu disayangkan,” jelas Souza.

Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Donald Trump Terjebak! Perang Iran Seret Presiden AS ke Krisis Politik dan Militer
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Profil Santyka Fauziah, Kekasih Sule yang Didoakan Nathalie Holscher Segera Menikah
Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
