Rafael Struick resmi diperkenalkan sebagai pemain baru Dewa United untuk musim 2025/2026. (DOK. Dewa United)
JawaPos.com - Super League 2025/2026 dipastikan bukan hanya diramaikan oleh ratusan pemain asing dan lokal, tapi ada juga sembilan pemain naturalisasi maupun keturunan Indonesia. Tercatat ada sembilan pilar yang siap unjuk gigi dan membuktikan diri kualitasnya juga cukup mumpuni.
Sebanyak 573 pemain telah terdaftar untuk mengarungi Super League 2025/2026. Sekitar 27,6 persen atau 158 nama di antaranya adalah pilar impor alias asing.
Nah, di antara 573 pemain tersebut, ada sekitar sembilan nama yang berlabel pemain naturalisasi dan juga keturunan Indonesia. Mereka masuk kategori lokal yang naturalisasi, dan asing yang hanya keturunan.
Beberapa di antaranya sudah cukup lama malang melintang di Liga Indonesia, termasuk kompetisi kasta tertinggi seperti Liga 1 atau Indonesia Super League. Tapi, tak sedikit pula yang berstatus pendatang baru.
Dua di antaranya adalah Jordi Amat dan juga Rafael Struick, penggawa Timnas Indonesia saat ini. Mereka memutuskan untuk membela klub negara leluhurnya untuk kali pertama setelah berkarier di luar negeri sejak pertama kali menekuni sepak bola.
Lantas, siapa saja sembilan pemain naturalisasi dan keturunan Indonesia yang siap berkarier di Super League 2025/2026? JawaPos.com coba merangkumnya secara ringkas.
Resmi menjadi WNI sejak 2011, Stefano Lilipaly sudah cukup lama bermain di Indonesia. Persija Jakarta jadi klub pertamanya pada 2014/2015. Dia kemudian hengkang ke Belanda sebelum kembali ke Indonesia dengan memperkuat Bali United FC (2017-2023) dan Borneo FC (2023-2025).
Pada musim 2025/2026, Stefano Lilipaly kembali ganti klub. Kali ini, dia akan memperkuat Dewa United Banten FC yang merupakan salah satu kandidat kuat juara Super League. Stefano Lilipaly bergabung dengan status pinjaman dari Borneo FC.
Mirip dengan Stefano Lilipaly, Ezra Walian juga sudah lama dinaturalisasi. Dia sah menjadi WNI pada Maret 2017, saat masih berkarier di Belanda bersama Almere City. Namun, keberadaannya di Eropa hanya berlangsung dua tahun setelah mengantongi WNI.
Pada 2019, Ezra Walian hengkang ke Indonesia dan bergabung dengan PSM Makassar. Dia hanya dua musim di Sulawesi Selatan, lalu memperkuat Persib Bandung pada 2021 sebelum bergabung dengan Persik Kediri pada 2024. Musim 2025/2026 akan menjadi musim kedua Ezra Walian bersama Macan Putih.
Marc Klok sudah memasuki tahun kelima menjadi WNI. Dia mendapatkan status kewarganegaraan tersebut pada November 2020, dengan bantuan Persija Jakarta. Saat itu dirinya memutuskan menanggalkan WN Belanda setelah memperkuat PSM Makassar sejak 2017.
Meski naturalisasinya sempat menghebohkan publik karena ternyata keaslian keturunannya tak dapat dibuktikan, Klok terus bersinar di Liga Indonesia. Setelah cabut dari Persija semusim pasca jadi WNI, dia sampai saat ini jadi andalan sekaligus kapten Persib Bandung.
Sosok berikutnya termasuk gerbong naturalisasi kedua Timnas Indonesia. Diego Michiels sudah jadi WNI sejak 2011, seangkatan dengan Stefano Lilipaly. Diego pun sudah cukup lama di Indonesia karena dari tahun yang sama dinaturalisasi.
Sejumlah klub pernah dibela Diego. Mulai dari Pelita Jaya, Jakarta FC, Arema FC, Sriwijaya FC, Mitra Kukar, hingga Borneo FC Samarinda yang merupakan klubnya saat ini. Dia sudah ada di Kalimantan sejak 2022 dan menjadi kapten tim, termasuk untuk musim 2025/2026.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
