
Suporter Persebaya, Bonek saat laga uji coba melawan PSS Sleman sekaligus launching tim kompetisi Super League musim 2025/2026 di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) Sabtu (19/6). (Riana Setiawan/ Jawa Pos)
JawaPos.com - Super League 2025/2026 tinggal menghitung hari untuk memulai musim perdananya pada Jumat (8/8) mendatang. Namun satu pertanyaan besar masih menggantung: akankah suporter tamu diijinkan kembali menyaksikan tim kesayangan mereka bertanding di kandang lawan?
Sejak peristiwa kelam Tragedi Kanjuruhan pada Oktober 2022, dunia sepak bola Indonesia masih merasakan dampaknya hingga kini. Kebijakan pelarangan suporter away telah diberlakukan secara konsisten, memaksa penggemar fanatik untuk hanya bisa menyaksikan tim kesayangan mereka melalui layar televisi atau platform streaming ketika bermain tandang.
Regulasi ini terus berlanjut hingga musim yang baru saja berakhir, membuat atmosfer stadion terasa kurang meriah dibandingkan era sebelumnya. Kehadiran suporter tandang yang biasanya menciptakan dinamika dan rivalitas sehat antar-fanbase kini menjadi kenangan yang dirindukan.
Upaya Terobosan dari I.League
Menjelang era baru Super League, I.League selaku operator kompetisi tidak tinggal diam. Mereka aktif mencari solusi untuk mengembalikan euforia sepak bola Indonesia dengan tetap memprioritaskan aspek keamanan dan keselamatan.
Ferry Paulus, Direktur Utama I.League, mengungkapkan bahwa pihaknya tengah dalam tahap finalisasi koordinasi dengan institusi terkait.
"Kami sedang menyelesaikan sinkronisasi dengan pihak kepolisian, dan kemungkinan dalam 1-2 hari ke depan akan ada keputusan mengenai proposal yang telah kami ajukan," ungkapnya dalam konferensi pers Super League pada Minggu (3/8).
Dua Alternatif Solusi yang Diajukan
I.League telah menyiapkan strategi komprehensif dengan mengajukan dua alternatif utama kepada pihak kepolisian untuk memungkinkan kembalinya suporter tamu ke stadion.
Opsi pertama adalah memberikan izin kehadiran suporter tamu untuk pertandingan-pertandingan yang dinilai memiliki tingkat risiko rendah.
"Alternatif pertama adalah permohonan agar suporter tamu dapat hadir dengan status tanpa masalah, artinya tidak ada rivalitas seperti misalnya Persija versus Persib dan sejenisnya," jelas Ferry.
Sementara alternatif kedua melibatkan inovasi teknologi melalui sistem tiket yang lebih canggih. Ferry menyebutkan bahwa mereka telah melakukan presentasi kepada kepolisian mengenai ‘ticketing system’ sebagai terobosan untuk mengatur dan mengontrol kehadiran suporter tamu dengan lebih efektif.
Baca Juga: Regulasi Larangan Suporter Away Bakal Diputuskan 1-2 Hari Lagi, Tapi Semua Tergantung PSSI
Meskipun Ferry tidak merinci secara spesifik mengenai sistem tiket yang diusulkan, ia mengkonfirmasi bahwa telah ada respons dari Mabes Polri. Hal ini menunjukkan bahwa proposal I.League mendapat perhatian serius dari pihak keamanan.
Namun keputusan final tidak hanya bergantung pada kepolisian. Ferry menekankan bahwa PSSI sebagai regulator juga memiliki peran krusial dalam menentukan kebijakan ini.

5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
Persebaya Surabaya Dilaporkan Capai Kesepakatan dengan Striker Asing, Punya Rekam Jejak di Indonesia!
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
11 Tempat Berburu Sarapan Bubur Ayam Paling Enak di Bandung, Layak Masuk Daftar Wisata Kuliner!
10 Rekomendasi Bubur Ayam Paling Favorit di Surabaya, Terkenal Lezat dan Jadi Langganan Pecinta Kuliner Pagi
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Kuliner Nasi Goreng Paling Enak di Bandung, Tiap Hari Pelanggan Rela Antre Demi Menikmati Kelezatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
