Flare saat menyala di laga pramusim Persebaya Surabaya jelang Super League 2025/2026. (Moch. Rizky Pratama Putra/JawaPos.com)
JawaPos.com — Persebaya Surabaya melayangkan imbauan keras kepada seluruh suporter agar tidak menyalakan flare saat gelaran Super League 2025/2026. Larangan ini diumumkan secara tegas melalui kanal Instagram resmi klub kebanggaan Kota Pahlawan.
Manajemen Persebaya Surabaya menyampaikan peringatan menyusul insiden dalam laga uji coba melawan PSS Sleman pada 19 Juli lalu.
Dalam laga itu, asap tebal akibat flare membuat penonton panik, terutama anak-anak yang sampai mengalami sesak napas hingga pingsan.
"Apakah kita menunggu korban?" tulis akun resmi Persebaya Surabaya dalam narasi unggahan video berdurasi satu menit itu. Klub menegaskan nyawa lebih penting daripada euforia sesaat yang ditimbulkan oleh flare.
Persebaya Surabaya menyatakan rasa syukur karena tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, mereka tak ingin mengulang kesalahan yang sama di musim kompetisi yang akan dimulai pekan depan.
Flare bukan hanya menciptakan kepanikan, tetapi juga sangat membahayakan kesehatan. Asap pekatnya memicu serangan asma, sesak napas, hingga potensi kepanikan massal yang bisa berujung maut.
Dalam unggahannya, Persebaya Surabaya bahkan menyebut tragedi Kanjuruhan sebagai pelajaran besar. Sebanyak 135 nyawa melayang dalam peristiwa yang diawali oleh kepanikan dan asap yang memenuhi stadion.
"Super League 2025/2026 akan segera dimulai, belum terlambat bagi kita semua untuk memusuhi flare," lanjut imbauan tersebut. Klub menegaskan membawa flare ke dalam stadion adalah perbuatan yang membahayakan dan melanggar aturan kepolisian.
Persebaya Surabaya mengingatkan semangat "football for humanity" harus dipegang bersama. Gerakan "GBT zero accident" juga menjadi pengingat stadion harus menjadi ruang aman bagi semua kalangan.
Mereka mengajak Bonek dan seluruh elemen suporter untuk ikut menjaga keamanan stadion. Klub menekankan semua pihak punya tanggung jawab moral dan sosial dalam menjaga keselamatan bersama.
Unggahan Persebaya Surabaya itu langsung disambut berbagai komentar dari suporter fanatik mereka, Bonek. Sebagian besar mendukung larangan flare dan meminta keamanan lebih ketat di stadion.
Salah satu komentar menyebut agar petugas keamanan lebih memperketat pintu masuk stadion. Bahkan, ia menyarankan agar suporter yang membawa flare tidak diperbolehkan masuk demi keselamatan penonton lain.
Komentar lainnya menyoroti Persebaya Surabaya bukan hanya kebanggaan individu, tetapi milik semua keluarga. Banyak anak-anak dan wanita yang kini mulai berani menonton langsung di stadion dan harus dilindungi.
Ada juga suara dari Bonek yang mengajak suporter untuk berubah menjadi lebih baik. Mereka ingin mendukung Persebaya Surabaya tidak hanya dalam prestasi, tapi juga dengan sikap dan perilaku positif.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Profil Irjen Pipit Rismanto, Pati Polri yang Diungkap IPW Diduga Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Korupsi Pertambangan
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Resmi! Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty, Peluang Podium Moto3 Hungaria 2026 Terancam?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Isu Reshuffle Kabinet Sempat Mencuat, Siapa Saja Menteri Berpotensi Diganti oleh Presiden Prabowo?
