Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 3 Agustus 2025 | 22.04 WIB

Persebaya Surabaya Tegas! Flare Dilarang Keras di Super League 2025/2026, Jangan Tunggu Korban Lagi

Flare saat menyala di laga pramusim Persebaya Surabaya jelang Super League 2025/2026. (Moch. Rizky Pratama Putra/JawaPos.com)

 

JawaPos.com — Persebaya Surabaya melayangkan imbauan keras kepada seluruh suporter agar tidak menyalakan flare saat gelaran Super League 2025/2026. Larangan ini diumumkan secara tegas melalui kanal Instagram resmi klub kebanggaan Kota Pahlawan.

Manajemen Persebaya Surabaya menyampaikan peringatan menyusul insiden dalam laga uji coba melawan PSS Sleman pada 19 Juli lalu.

Dalam laga itu, asap tebal akibat flare membuat penonton panik, terutama anak-anak yang sampai mengalami sesak napas hingga pingsan.

"Apakah kita menunggu korban?" tulis akun resmi Persebaya Surabaya dalam narasi unggahan video berdurasi satu menit itu. Klub menegaskan nyawa lebih penting daripada euforia sesaat yang ditimbulkan oleh flare.

Persebaya Surabaya menyatakan rasa syukur karena tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, mereka tak ingin mengulang kesalahan yang sama di musim kompetisi yang akan dimulai pekan depan.

Flare bukan hanya menciptakan kepanikan, tetapi juga sangat membahayakan kesehatan. Asap pekatnya memicu serangan asma, sesak napas, hingga potensi kepanikan massal yang bisa berujung maut.

Dalam unggahannya, Persebaya Surabaya bahkan menyebut tragedi Kanjuruhan sebagai pelajaran besar. Sebanyak 135 nyawa melayang dalam peristiwa yang diawali oleh kepanikan dan asap yang memenuhi stadion.

"Super League 2025/2026 akan segera dimulai, belum terlambat bagi kita semua untuk memusuhi flare," lanjut imbauan tersebut. Klub menegaskan membawa flare ke dalam stadion adalah perbuatan yang membahayakan dan melanggar aturan kepolisian.

Persebaya Surabaya mengingatkan semangat "football for humanity" harus dipegang bersama. Gerakan "GBT zero accident" juga menjadi pengingat stadion harus menjadi ruang aman bagi semua kalangan.

Mereka mengajak Bonek dan seluruh elemen suporter untuk ikut menjaga keamanan stadion. Klub menekankan semua pihak punya tanggung jawab moral dan sosial dalam menjaga keselamatan bersama.

Unggahan Persebaya Surabaya itu langsung disambut berbagai komentar dari suporter fanatik mereka, Bonek. Sebagian besar mendukung larangan flare dan meminta keamanan lebih ketat di stadion.

Salah satu komentar menyebut agar petugas keamanan lebih memperketat pintu masuk stadion. Bahkan, ia menyarankan agar suporter yang membawa flare tidak diperbolehkan masuk demi keselamatan penonton lain.

Komentar lainnya menyoroti Persebaya Surabaya bukan hanya kebanggaan individu, tetapi milik semua keluarga. Banyak anak-anak dan wanita yang kini mulai berani menonton langsung di stadion dan harus dilindungi.

Ada juga suara dari Bonek yang mengajak suporter untuk berubah menjadi lebih baik. Mereka ingin mendukung Persebaya Surabaya tidak hanya dalam prestasi, tapi juga dengan sikap dan perilaku positif.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore