Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 26 Juli 2025 | 17.48 WIB

Paul Munster Ungkap Fakta Mengejutkan! Masih Dapat Pesan dari Bonek dan Bonita untuk Bertahan di Persebaya Surabaya

Paul Munster ungkap pesan dari Bonek dan Bonita untuk bertahan di Persebaya Surabaya. (Instagram @coach.munster)

JawaPos.com — Paul Munster akhirnya buka suara soal masa lalunya bersama Persebaya Surabaya yang penuh cerita emosional. Meski kini menjadi pelatih kepala Bhayangkara FC, ia mengaku masih menerima banyak pesan dari Bonek dan Bonita yang memintanya bertahan lebih lama di Green Force.

Munster pernah jadi sosok penyelamat Persebaya saat klub dalam kondisi terpuruk pada musim 2023/2024.

Ia datang saat tim berada di papan bawah dan berhasil membawa Green Force bertahan di Liga 1 (kini bernama Super League).

“Saya masih menerima pesan dari Bonek dan Bonita, mereka bilang ‘Coach tolong bertahan’. Mereka benar-benar mencintai saya dan saya juga punya hubungan yang sangat baik dengan mereka,” ujar Munster dalam wawancaranya di kanal YouTube Sport77, Sabtu (26/7/2025).

Pelatih asal Irlandia Utara itu mengungkap, awal mula ia melatih Persebaya Surabaya dimulai dari sebuah liburan di Bali. Saat itu ia masih menjabat sebagai pelatih di Brunei dan sempat menolak beberapa tawaran dari klub Indonesia.

Namun begitu tahu Persebaya Surabaya tertarik, ia langsung melakukan riset mendalam tentang klub asal Kota Pahlawan itu. Hanya dua hari berselang, ia terbang dari Bali ke Surabaya untuk bertemu langsung dengan manajemen klub.

Dalam pertemuan tersebut, Munster diminta mempresentasikan strategi dan rencana penanganan tim yang saat itu berada dalam kondisi sulit.

Setelah beberapa hari menunggu keputusan manajemen, akhirnya ia resmi ditunjuk menjadi pelatih kepala Persebaya Surabaya.

“Saya harus kembali ke Brunei untuk bereskan barang dan langsung ke Surabaya. Saya tahu ini tantangan besar karena Persebaya adalah klub besar dan tekanan di sana sangat tinggi,” ungkapnya.

Ketika tiba di Persebaya Surabaya, tim tengah dalam situasi krisis karena gagal menang dalam 10 laga terakhir. Posisi mereka di klasemen saat itu berada di peringkat ke-12 dan sangat dekat dengan zona degradasi.

Paul Munster langsung mulai membenahi skuad, meski dengan keterbatasan kualitas pemain yang ada. Ia mengaku harus menyesuaikan taktik karena banyak pemain tidak sesuai dengan sistem yang ia inginkan.

“Sebagai pelatih kita bisa bicara soal 4-3-3 atau bermain intensitas tinggi, tapi tidak semua pemain bisa mengikuti itu. Jadi saya harus menyesuaikan dengan apa yang saya punya dan pelan-pelan bangun chemistry,” jelasnya.

Hasilnya, Persebaya Surabaya berhasil selamat dari jurang degradasi dan bertahan di Super League hingga akhir musim 2023/2024.

Dalam 12 pertandingan yang dipimpinnya di musim itu, Munster mencatatkan 4 kemenangan, 4 imbang, dan 4 kalah.

Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore