
Matheus Cunha. (Instagram @cunha)
JawaPos.com – Manchester United membuka pramusim mereka dengan laga uji coba menghadapi Leeds United yang berakhir tanpa gol, Sabtu (19/7) waktu setempat.
Meski hasil akhir belum memuaskan, pelatih anyar Ruben Amorim punya alasan untuk tersenyum. Dua pemain debutan, Matheus Cunha dan Diego Leon, tampil menjanjikan di laga tersebut. Namun, di balik performa segar para pendatang baru, Amorim menyoroti satu masalah serius yang masih mengganggu permainan United: kecepatan di lini tengah.
Dalam pertandingan melawan Leeds, baik Cunha maupun Leon dimainkan selama 45 menit pertama. Meski laga berakhir imbang 0-0, keduanya dinilai membawa warna baru bagi skuad Setan Merah. Cunha, yang didatangkan dari Wolverhampton Wanderers, menunjukkan peran vital sebagai penghubung lini tengah dan depan. Ia kerap bergerak di antara garis pertahanan lawan dan membuat beberapa peluang.
“Matheus Cunha menunjukkan apa yang kami butuhkan. Ketika dia menerima bola di antara garis, dia bisa sangat agresif menuju pertahanan lawan,” puji Ruben Amorim, dikutip dari MUTV.
Sementara itu, Diego Leon, pemain muda yang baru dua minggu bergabung dengan United dari Paraguay, juga mampu mencuri perhatian. Meskipun masih dalam tahap adaptasi, Amorim menyebut Leon sebagai pemain penuh potensi dan kekuatan.
“Harus dipahami bahwa anak ini datang dari Paraguay, dan ini baru minggu keduanya di Manchester United. Tapi dia tampil sangat baik. Dia sedang belajar banyak hal, dia kuat, dan saya yakin dia akan menjadi pemain yang sangat bagus,” jelas Amorim.
Masalah Kecepatan di Lini Tengah Masih Mengganggu
Di balik debut menjanjikan kedua pemain, Amorim tak menutup mata terhadap kelemahan yang masih mencolok: kurangnya kecepatan di lini tengah. Masalah ini terlihat jelas saat United mencoba melakukan pressing tinggi dan kesulitan dalam mengontrol tempo permainan dari tengah.
“Kami sedikit kesulitan saat mencoba menekan tinggi. Leeds memanfaatkan bola kedua, dan mereka berbahaya dalam situasi itu. Kami kekurangan kecepatan, terutama di lini tengah, dan itu membuat kami kesulitan membawa bola ke depan,” terang Amorim.
Pernyataan ini menunjukkan bahwa meski United punya deretan gelandang berkualitas seperti Bruno Fernandes, Kobbie Mainoo, hingga Mason Mount, ada pekerjaan rumah besar untuk menyeimbangkan fisik dan taktik.
Chemistry Belum Terbangun, Tapi Potensi Ada
Satu hal yang disadari Amorim dari pertandingan ini adalah koneksi antar pemain yang masih dalam tahap pembangunan, terutama antara Cunha dan Fernandes. Ia mengaku tak khawatir dan melihat potensi hubungan antar lini akan terjalin dengan baik seiring waktu dan latihan yang intensif.
“Kami melihat koneksi antara Cunha dan Bruno masih belum terbentuk. Tapi saya percaya akan ada koneksi yang bagus, apalagi kalau kita bisa menempatkan pemain seperti Kobbie atau Mount di sekitar mereka. Kami harus meningkatkan kualitas di sepertiga akhir lapangan,” tambah Amorim.
Sebagai pelatih anyar yang datang membawa filosofi berbeda, Amorim menyadari proses ini tidak akan instan. Terutama untuk membangun kerja sama antarpemain di tengah masa transisi yang sedang berjalan di tubuh klub.
Lingkungan Tim yang Positif dan Kolaboratif
Di luar analisis teknis, Amorim memberikan pandangan yang optimistis tentang suasana di dalam tim. Menurutnya, semangat kebersamaan dan atmosfer kerja yang positif menjadi modal penting untuk menjalani musim yang menantang.
“Saya merasakan lingkungan di sini sangat bagus. Kadang kami akan mengalami kesulitan, tapi kami akan melalui itu bersama-sama. Dan itulah awal dari segalanya,” ujar pelatih asal Portugal tersebut.
Ia juga menekankan pentingnya membentuk ikatan kuat antara pemain dan staf, sesuatu yang menurutnya menjadi dasar budaya baru yang ingin dibangunnya di Old Trafford.

Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
Sebut Sumbar 'Barbar' dan Kristen Fobia, DPP IKM Siap Laporkan Abu Janda ke Mabes Polri Selasa Besok!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
9 Mall Terbaik di Semarang, Selalu Jadi Andalan Wisatawan Saat Liburan Cari Hiburan
