Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 17 Juli 2025 | 05.40 WIB

LIB Wacanakan 11 Pemain Asing di Super League, Ketua Umum PSSI Erick Thohir Minta Kuota Maksimal Tujuh Orang

Risto Mitrevski (menendang bola), salah satu pemain asing yang diandalkan oleh Persebaya Surabaya untuk mengarungi Super League Indonesia 2025/2026. (Media Persebaya) - Image

Risto Mitrevski (menendang bola), salah satu pemain asing yang diandalkan oleh Persebaya Surabaya untuk mengarungi Super League Indonesia 2025/2026. (Media Persebaya)

‎JawaPos.com - PSSI akhirnya menyatakan sikap terkait polemik kuota 11 pemain asing di Liga Super Indonesia. Federasi sepak bola Indonesia itu meminta pihak pengelola liga untuk mengizinkan hanya tujuh pemain asing yang dapat dimainkan peserta kompetisi musim ini.

‎Sebelumnya pihak Super League atau I League mengumumkan bahwa klub-klub peserta liga dapat memiliki 11 pemain asing, dengan maksimal memainkan delapan pemain asing dalam satu pertandingan.

‎"Saya hari ini sudah mengirimkan surat ke PT LIB, di mana kami PSSI sudah rapat dan mungkin pekan depan LIB akan bertemu kami. Bahwa kami melihat untuk delapan pemain dalam satu game itu terlalu banyak. Jadi, kita memutuskan itu tujuh," kata Ketua Umum PSSI Erick Thohir seperti dikutip dari Antara, Rabu (16/7).

‎Nantinya, dalam rencana yang diinginkan PSSI, tujuh pemain asing itu akan dipadukan dengan pemain U-23. ‎"Jadi, tujuh ditambah pemain U-23 itu tetap dimainkan 45 menit dan sisanya tentu pemain nasional dan saya lihat ada beberapa pemain diaspora kita ada yang kembali," lanjutnya.

‎Dengan begitu, wacana 11 pemain asing di Liga Super Indonesia semakin mendapat penolakan, bahkan oleh PSSI sekalipun. ‎Erick menegaskan bahwa langkah ini diambil agar ada keseimbangan antara penggunaan pemain lokal dan asing, serta mendukung pengembangan talenta muda sepak bola Tanah Air.

‎Usulan PSSI ini juga dilatarbelakangi oleh sejumlah pemain diaspora yang mulai bermain di Super League musim depan, misalnya Jordi Amat di Persija dan Jens Raven di Bali United. ‎Sebelumnya, gelombang protes terkait regulasi itu sudah digaungkan oleh Asosiasi Pesepak bola Profesional Indonesia (APPI) yang meminta agar peraturan tersebut ditinjau kembali.

‎Tak hanya itu, sejumlah klub peserta liga juga berencana tidak menerapkannya, antara lain Arema FC dan Semen Padang, sedangkan juara bertahan Persib Bandung tidak menutup pintu untuk wacana tersebut.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore