Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 14 Juli 2025 | 05.40 WIB

Diwarnai Kartu Merah dan Lapangan Banjir, Port FC Taklukkan Oxford United di Final Piala Presiden 2025

Port FC berhasil juara Piala Presiden 2025 usai mengalahkan Oxford United FC di final. (Dok. Media Piala Presiden) - Image

Port FC berhasil juara Piala Presiden 2025 usai mengalahkan Oxford United FC di final. (Dok. Media Piala Presiden)

JawaPos.com - Laga final Piala Presiden 2025 antara Port FC melawan Oxford United di Stadion Si Jalak Harupat, Minggu (13/7), berlangsung dramatis dengan berbagai insiden menarik. Pertandingan yang berakhir dengan kemenangan 2-1 untuk Port FC ini diwarnai kartu merah, kondisi lapangan yang tergenang air akibat hujan deras, dan berbagai peluang menarik dari kedua tim.

Babak pertama pertandingan ini berakhir dengan skor imbang 1-1 setelah kedua tim saling membalas gol. Oxford United berhasil merebut keunggulan lebih dulu pada menit ke-10 melalui aksi cemerlang penyerang andalan mereka, Mark Harris, yang berhasil membobol gawang Port FC.

Namun, Port FC tidak menyerah begitu saja dan terus berusaha mencari gol penyeimbang. Usaha mereka membuahkan hasil menjelang akhir babak pertama ketika Teerasak Poeiphimai berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1 di pengujung laga, memberikan semangat baru bagi tim asal Thailand tersebut.

Performa seimbang pada babak pertama justru memberikan motivasi tambahan bagi Port FC untuk tampil lebih baik di babak kedua. Semangat tersebut langsung terbayar ketika mereka berhasil membalikkan keadaan menjadi 2-1 pada menit ke-48 melalui gol spektakuler Barayan Perea yang berhasil menaklukkan kiper Matthew Ingram.

Gol kedua ini membuat pemain Port FC tampil dengan lebih agresif, bahkan cenderung bermain kasar dalam upaya mempertahankan keunggulan mereka. Permainan yang semakin panas ini kemudian memunculkan insiden yang tidak diinginkan.

Insiden Kartu Merah dan Kericuhan
Agresivitas berlebihan dari Port FC akhirnya berbuah masalah ketika Tanaboon Kesarat melakukan pelanggaran keras terhadap Brian de Keersmaecker. Pelanggaran ini memicu kericuhan kecil di lapangan, dengan pemain Oxford yang marah dan mengejar Kesarat, sementara pemain lain berusaha melerai situasi yang memanas.

Wasit asal Uzbekistan, Firdavs Norsafarov, dengan tegas mengeluarkan kartu merah untuk Kesarat atas pelanggaran keras yang dilakukannya. Insiden ini sempat membuat tim pelatih Oxford meminta pemainnya menepi untuk sementara waktu dan tidak melanjutkan pertandingan.

Hujan Deras Memperburuk Kondisi Lapangan
Tantangan lain yang dihadapi kedua tim adalah kondisi cuaca yang tidak bersahabat. Hujan yang sudah mulai turun sejak babak pertama dengan intensitas ringan berubah menjadi hujan deras pada babak kedua. Kondisi ini membuat beberapa titik lapangan tergenang air, sehingga pertandingan harus dihentikan sejenak untuk membersihkan genangan air.

Kondisi lapangan yang buruk akibat hujan ini sangat merugikan Oxford United yang lebih mengandalkan permainan bola-bola bawah. Strategi permainan mereka menjadi tidak efektif dan sulit untuk dijalankan dengan baik.

Meskipun mendapat keunggulan jumlah pemain setelah Kesarat diusir, Oxford United terus memberikan tekanan kepada Port FC. Pasukan Gary Rowett ini mampu menembus hingga kotak penalti lawan, namun operan terakhir dan penyelesaian akhir mereka masih kurang sempurna.

Sementara itu, Port FC lebih fokus pada strategi serangan balik. Salah satu peluang menarik datang melalui Suphanan Bureerat yang mendapat operan dari Asnawi Mangkualam, namun eksekusi sepakan kaki kiri Suphanan masih mengenai lini pertahanan Oxford.

Menit-Menit Akhir yang Menegangkan
Soliditas pertahanan Port FC cukup membuat lini serang Oxford frustrasi karena kesulitan mencetak gol penyeimbang. Meskipun memiliki keunggulan jumlah pemain, mereka belum bisa memanfaatkan situasi tersebut dengan maksimal.

Port FC yang sesekali memberikan serangan balik terkadang membuat Oxford was-was. Sundulan Rebin Sulaka pada menit ke-84 menyamping tipis di sisi kiri gawang Oxford, hampir menambah keunggulan tim tuan rumah.

Pada menit ke-87, pemain pengganti Matheus Pato hampir menambah keunggulan Port FC menjadi 3-1, namun tembakan kaki kanannya berhasil digagalkan oleh kiper Matt Ingram dengan penyelamatan spektakuler.

Tanpa ada tambahan gol pada sisa pertandingan, Port FC berhasil mempertahankan keunggulan mereka dan keluar sebagai juara Piala Presiden 2025 setelah mengalahkan Oxford United dengan skor 2-1 di final.

Editor: Hendra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore