
Eduardo Perez jadi juru taktik asal Spanyol yang dipercaya menukangi Persebaya Surabaya. (Media Persebaya)
JawaPos.com — Kompetisi Super League 2025/2026 dipastikan bakal dipanaskan oleh dominasi pelatih asing dari Eropa. Terutama dari Spanyol dan Belanda yang sama-sama mengirimkan empat pelatih ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Total, ada 17 pelatih asing yang akan mendampingi masing-masing kontestan Super League 2025/2026. Hingga awal Juli, hanya Malut United yang belum menunjuk pelatih baru usai memecat juru taktik lokal mereka.
Sorotan tajam tertuju pada kampanye para pelatih asal Spanyol yang dipimpin langsung oleh Eduardo Perez di Persebaya Surabaya.
Sosok Eduardo bukan nama asing karena pernah mendampingi Luis Milla di Timnas Indonesia dan sempat bekerja di PSS Sleman serta Persija Jakarta.
Pelatih 49 tahun itu resmi diperkenalkan Green Force pada Juni 2025 lalu. Kehadirannya membawa harapan besar bagi Persebaya untuk kembali bersaing di papan atas.
Masih dari Spanyol, Carlos Pena juga siap tampil bersama Persita Tangerang usai hijrah dari Persija Jakarta. Pena diberi kontrak satu musim dengan opsi perpanjangan, dan ditarget membawa Pendekar Cisadane menembus tiga besar.
Nama berikutnya ada Eduardo Almeida yang tetap dipertahankan oleh Semen Padang. Pelatih asal Spanyol itu sempat melatih Kabau Sirah pada 2019 lalu meski gagal menyelamatkan tim dari zona degradasi.
Total ada empat pelatih asal Spanyol mewarnai Super League 2025/2026, menjadikan mereka salah satu kelompok terbanyak. Eduardo Perez diposisikan sebagai simbol kebangkitan pelatih Spanyol di Indonesia berkat rekam jejaknya yang mumpuni.
Sementara dari Belanda, kehadiran empat pelatih juga tak bisa diabaikan. Jan Olde Riekerink menjadi nama pelopor kesuksesan pelatih Negeri Kincir di tanah air usai membawa Dewa United sebagai runner up musim lalu.
Bali United juga membuat gebrakan dengan menunjuk Johnny Jansen sebagai pelatih kepala. Mantan arsitek PEC Zwolle itu datang membawa filosofi sepak bola Belanda yang kental.
Persis Solo pun ikut membawa nuansa Belanda dengan merekrut Peter de Roo. Kehadiran Peter menjadi warna baru bagi Laskar Sambernyawa yang juga berhasil menggaet striker Jepang, Kodai Tanaka.
Satu lagi, PSIM Yogyakarta menunjuk Jean Paul van Gastel sebagai pelatih kepala jelang musim debut mereka di Super League 2025/2026.
Jean Paul adalah eks asisten pelatih Besiktas dan membawa pengalaman besar dari Eropa ke tim promosi tersebut.
Selain Spanyol dan Belanda, pelatih asal Portugal juga menempati posisi dominan di Super League 2025/2026.
Total ada tiga juru taktik dari Portugal, yakni Fabio Lefundes (Borneo FC), Bernardo Tavares (PSM Makassar), dan Mario Lemos (Persijap Jepara).

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
