Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 10 Juli 2025 | 06.01 WIB

AFF Khawatir! Bos Federasi Sepak Bola Asean Pesimis Masa Depan Timnas Indonesia, Duong Vu Lam: Pemain Naturalisasi Tak Akan Datang Lagi

Ketua Umum PSSI Erick Thohir (tengah), Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) Ferry Paulus (kanan) dan General Manager Competition and Operation PT LIB Takeyuki Oya (kiri) memberikan keterangan dalam konferensi pers jelang Rapat Umum Pemegang Saha - Image

Ketua Umum PSSI Erick Thohir (tengah), Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) Ferry Paulus (kanan) dan General Manager Competition and Operation PT LIB Takeyuki Oya (kiri) memberikan keterangan dalam konferensi pers jelang Rapat Umum Pemegang Saha

JawaPos.com - Kekhawatiran terhadap masa depan Timnas Indonesia disuarakan oleh mantan Wakil Presiden AFF, Duong Vu Lam, yang menyoroti tren naturalisasi pemain dalam skuad Merah Putih. Ia mempertanyakan arah perkembangan tim nasional, terutama jika peran penting Erick Thohir suatu saat tak lagi hadir di tubuh PSSI.

Dalam pernyataan yang dikutip dari New Straits Times, Duong juga membandingkan situasi di Malaysia yang mengikuti langkah Indonesia dengan mengandalkan banyak pemain keturunan. Ia menilai bahwa proyek naturalisasi di dua negara ASEAN ini sangat tergantung pada figur pemimpinnya.

"Suatu hari nanti, Erick Thohir dan Tunku Ismail tidak akan lagi memimpin sepak bola di Indonesia dan Malaysia. Apa yang akan terjadi dengan tim nasional mereka?" ujar Duong.

Menurutnya, tanpa sosok seperti Erick Thohir—yang dikenal sebagai miliarder dan mantan Presiden Inter Milan—maka regenerasi dan keberlanjutan program timnas bisa terganggu.

"Pemain naturalisasi tidak akan datang lagi karena tidak ada yang akan membayar mereka, dan pemain lokal tidak memiliki penerus yang bagus. Seperti apa masa depan sepak bola mereka?" lanjutnya.

Duong, yang juga pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Umum VFF (Federasi Sepak Bola Vietnam), menegaskan bahwa membangun struktur sepak bola yang kuat dan berkelanjutan adalah hal yang sangat penting, bukan hanya mendatangkan pemain dari luar.

Ia mengingatkan bahwa ketergantungan berlebihan pada pemain naturalisasi tanpa fondasi pengembangan pemain lokal yang kuat bisa menjadi ancaman jangka panjang bagi sepak bola nasional.

"Presiden PSSI adalah seorang miliarder, mantan presiden Inter Milan. Sementara orang yang mendukung kebijakan naturalisasi Malaysia adalah Tunku Ismail. Dia seorang pangeran dan pernah bernegosiasi untuk membeli Valencia. Keduanya memiliki kekayaan yang sangat besar dan koneksi yang kuat di dunia sepak bola," ungkapnya.

Meski saat ini Timnas Indonesia menunjukkan peningkatan performa, Duong menilai peran Erick Thohir sangat vital. Ia adalah figur sentral dalam kemajuan sepak bola Indonesia melalui berbagai program, termasuk peningkatan kualitas liga, pembenahan manajemen federasi, dan program naturalisasi terukur.

Karena itu, jika ke depan Erick Thohir tak lagi menjabat di PSSI, maka kesinambungan dari semua capaian ini sangat bergantung pada komitmen penerusnya dan kekuatan struktur pembinaan pemain lokal.

Editor: Hendra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore