Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 29 Juni 2025 | 02.23 WIB

Jangan Remehkan Lemak Tubuh! Pelatih Fisik Persebaya Surabaya Shin Sang-gyu Peringatkan Pemain Jelang Musim Baru

Francisco Rivera mengukur kondisi fisik bersama tim medis Persebaya Surabaya. (Media Persebaya) - Image

Francisco Rivera mengukur kondisi fisik bersama tim medis Persebaya Surabaya. (Media Persebaya)

JawaPos.com—Pelatih fisik Persebaya Surabaya Shin Sang-gyu mengingatkan seluruh pemain agar tidak menyepelekan kadar lemak dalam tubuh. Body fat adalah salah satu faktor krusial yang sangat memengaruhi performa pemain di atas lapangan.

Pria asal Korea Selatan itu menegaskan pentingnya pengukuran fisik secara detail dan berkala. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kondisi kebugaran pemain berada di level tertinggi menjelang bergulirnya Liga 1 Indonesia 2025/2026.

“Sebagai pemain profesional, kita harus mengukur sejauh mana tingkat kebugaran seluruh pemain dengan detail,” ujar Sang-gyu.

Mantan asisten pelatih Timnas Indonesia era Shin Tae-yong itu kini mengusung pendekatan ilmiah dalam latihan Persebaya Surabaya. Salah satu aspek penting yang terus dipantau adalah massa otot dan kadar lemak tubuh setiap pemain.

Dia menegaskan, kedua hal itu akan menjadi tolok ukur utama dalam menyusun program latihan yang efektif.

”Tidak hanya masa otot dan body fat, kami juga harus mengukur keseimbangan cairan tubuh pemain. Hal ini kita ukur setiap dua pekan sekali, untuk memastikan pemain dalam kondisi ideal saat liga dimulai nanti,” jelas Shin Sang-gyu.

Shin Sang-gyu meminta manajemen klub untuk melengkapi fasilitas medis sejak jauh-jauh hari. Alat-alat pengukur sudah tersedia dan langsung digunakan sejak latihan perdana dimulai pada 23 Juni.

Menurut dia, pengukuran massa otot dan body fat tidak bisa dilakukan sekali. Seluruh aspek kebugaran, termasuk keseimbangan cairan tubuh, dipantau setiap dua pekan secara berkala.

Langkah ini bertujuan agar para pemain benar-benar siap dalam kondisi terbaik saat kompetisi resmi dimulai. Sang-gyu tidak ingin ada celah sedikit pun dalam persiapan fisik anak asuhnya.

Dia juga menegaskan, standar yang diterapkan kali ini memang cukup tinggi. Para pemain pun dituntut untuk bekerja lebih keras dan menjaga disiplin, baik saat latihan maupun di luar lapangan.

Termasuk dalam hal menjaga pola makan yang kini semakin diperketat oleh tim pelatih. Bahkan, setiap hari latihan, para pemain wajib mengikuti sesi makan siang dan makan malam bersama.

Kebiasaan ini diterapkan bukan sekadar untuk membangun kebersamaan, tetapi juga mengontrol asupan gizi pemain. Dengan begitu, pelatih bisa mengetahui langsung apakah kebutuhan nutrisi tiap individu sudah terpenuhi.

”Dengan data ini, kami bisa menyusun latihan mandiri untuk masing-masing pemain di luar sesi latihan bersama yang sudah kita susun bersama Coach Eduardo,” tegas Sang-gyu.

Dengan data yang dikumpulkan dari pengukuran tersebut, Shin Sang-gyu mengaku bisa menyusun program latihan mandiri bagi tiap pemain. Program ini akan melengkapi sesi latihan bersama yang dirancang oleh pelatih kepala, Eduardo Perez.

“Masih ada yang menganggap sepele soal kadar lemak. Padahal ini sangat berpengaruh terhadap performa di lapangan,” tegas Shin Sang-gyu.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore