Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 27 Juni 2025 | 01.47 WIB

Selamat Jalan, John Tarkpor Sonkaliey, Gelandang Pemilik Tendangan Gledek di Persebaya Surabaya dan Timnas Liberia

John Tarkpor Sonkaliey saat berseragam Persebaya Surabaya. (Radar Surabaya) - Image

John Tarkpor Sonkaliey saat berseragam Persebaya Surabaya. (Radar Surabaya)

JawaPos.com—Kabar duka datang dari dunia sepak bola, mantan gelandang Persebaya Surabaya dan Timnas Liberia, John Tarkpor Sonkaliey, tutup usia pada Senin (23/6). Dia mengembuskan napas terakhir di usia 38 tahun, di kota kelahirannya, Monrovia, Liberia.

Nama Tarkpor begitu lekat di benak pecinta sepak bola Indonesia, terutama penggemar Persebaya Surabaya. Gelandang berpostur kokoh ini dikenal dengan tendangan gledeknya yang kerap membuat lini belakang lawan ketar-ketir.

Dia bukan sekadar pemain asing yang numpang lewat di Liga Indonesia. Tarkpor hadir dengan energi besar, etos kerja tinggi, dan semangat juang yang menyatu dalam setiap laga.

Jejaknya di sepak bola Indonesia dimulai saat memperkuat Persiter Ternate pada musim 2005/2006. Meski klubnya bukan dari kota besar, aksi Tarkpor di lapangan langsung mencuri perhatian publik.

Performa impresifnya membawa dia ke Persitara Jakarta Utara, klub yang saat itu berlaga di kasta tertinggi Liga Indonesia. Selama tiga musim, Tarkpor menjadi jenderal lapangan tengah yang disiplin dan konsisten.

Namanya makin mencuat saat resmi berseragam Persebaya Surabaya pada 2010. Di sinilah dia mendapat julukan pemilik tendangan gledek berkat aksinya yang sering melepaskan sepakan jarak jauh mematikan.

Bersama Green Force, dia menjadi bagian penting dari skuad yang berhasil finis di peringkat enam klasemen akhir ISL 2011/2012. Sosoknya dikenal loyal, tak kenal lelah, dan selalu bermain dengan hati.

Setelah memperkuat Persebaya Surabaya, dia sempat membela Pelita Bandung Raya dan kembali ke Persiter. Karir profesionalnya ditutup di Persijap Jepara pada musim Indonesia Super League 2014.

Meski bukan pemain yang selalu tampil di bawah sorot kamera, Tarkpor adalah tipe pemain yang dicintai karena kerja keras dan kesederhanaan. Di luar lapangan, dia dikenal ramah dan rendah hati terhadap siapa pun.

Kiprah internasionalnya bersama Timnas Liberia juga patut dikenang. Dia mencatatkan lima caps, dan debutnya dimulai pada 16 November 2003 dalam kemenangan 3-0 atas Gambia.

Penampilan terakhirnya bersama Liberia terjadi saat menghadapi Guinea Ekuatorial di Kualifikasi Piala Afrika 2008. Laga itu dimainkan dalam kondisi hujan lebat di Stadion Antoinette Tubman, Monrovia, yang kemudian menjadi saksi bisu akhir karirnya di timnas.

Kabar kepergiannya pertama kali disiarkan media Liberia, Liberian Investigator, yang melaporkan Tarkpor wafat di Rumah Sakit SD Cooper. Dia disebut baru saja kembali dari Nimba County setelah berupaya memulihkan diri dari flu.

“Sonkaliey yang punya 5 caps bersama timnas Liberia meninggal dunia pada Senin (23/6) di rumah sakit SD Cooper di Monrovia,” dikutip dari Liberian Investigator.

Sahabat lamanya Nicodemus Jacobs, mengonfirmasi Tarkpor sempat mencari perawatan medis di luar kota. Dia tinggal di kawasan Peace Island, Congo Town, dan sebelumnya dikabarkan dalam kondisi cukup stabil.

“Ia adalah penduduk komunitas Peace Island di Congo Town dan baru saja kembali dari Nimba County, tempat dia mencari perawatan medis setelah dilaporkan menderita flu biasa,” terang Nicodemus Jacobs.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore