Kadek Raditya siap bermain di posisi mana pun asal bisa berkontribusi positif kepada Persebaya Surabaya. (Dok. Persebaya)
JawaPos.com — Nomor punggung 23 di Persebaya Surabaya menyimpan jejak unik yang tak banyak diketahui publik. Nomor ini seperti punya aura khusus karena hampir selalu dipakai oleh para bek tangguh, alias “tukang jagal” Green Force sejak era Liga 1 Indonesia.
Aura keras dan garang dari pemain belakang selalu melekat pada nomor ini sejak musim 2018. Tidak berlebihan jika banyak Bonek menyebut nomor 23 sebagai simbol kekuatan lini belakang Persebaya Surabaya.
Bukan pemain asing atau penyerang flamboyan yang pernah memakainya. Justru para palang pintu lokal yang dipercaya mengemban nomor keramat ini dari musim ke musim.
Postingan dari akun Instagram resmi komunitas Bonek, @onlinepersebaya, mengungkap trivia unik ini.
Dalam unggahannya, mereka menampilkan foto tiga pemain belakang lokal yang pernah memakai nomor 23: Hansamu Yama, Rizky Ridho, dan Kadek Raditya.
“Nomor punggung 23 di Persebaya Surabaya identik dengan pemain lokal berposisi bek tengah dalam beberapa tahun terakhir di era Liga 1,” tulis @onlinepersebaya.
Unggahan ini langsung memicu nostalgia dan komentar haru dari para Bonek di kolom komentar.
“Jadi kangen Hansamu era 2019 ????,” tulis salah satu akun penggemar. “23 Rizky Ridho,” sahut Bonek lainnya yang masih mengenang kontribusi bek Timnas tersebut.
“HY n RR baleko le…,” komentar lain yang berharap para pemilik lama nomor 23 bisa kembali ke Surabaya.
“Ayo balek kabeh,” tambah komentar lain yang mempertegas kerinduan akan solidnya tembok belakang Persebaya Surabaya beberapa musim lalu.
Sejak era Liga 1 dimulai pada 2017, nomor punggung 23 tercatat tak pernah jauh dari pemain belakang. Bahkan dalam enam musim terakhir, hanya satu posisi yang konsisten mengisi nomor ini—bek tengah.
Pada musim 2018/2019 hingga 2019/2020, nomor 23 dikenakan oleh Hansamu Yama Pranata. Mantan kapten Timnas Indonesia U-23 ini dikenal sebagai bek dengan postur kuat dan karakter kepemimpinan yang kental.
Setelah Hansamu, nomor tersebut diwarisi oleh Ady Setiawan selama musim 2020/2021 hingga 2021/2022.
Meskipun Ady dikenal sebagai gelandang bertahan, perannya yang sering turun membantu lini belakang tetap membuatnya cocok dengan karakteristik “tukang jagal.”

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
