
Manajemen Persib dan Viking Persib Club menyerahkan santunan kepada keluarga almarhum Nugraha di rumah duka. (dok. Persib)
JawaPos.com- Kemenangan Persib Bandung di Liga 1 2024/2025 seharusnya menjadi momen penuh suka cita bagi para pendukung setianya. Namun, kegembiraan itu berubah menjadi duka mendalam bagi keluarga Nugraha (20), seorang bobotoh muda asal Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat.
Nugraha menjadi korban dalam insiden tragis saat mengikuti konvoi perayaan juara Persib pada Sabtu (24/5). Ia terjatuh dari flyover Pasupati dan mengalami luka berat di bagian kepala, rusuk, serta ginjal akibat benturan keras. Setelah dua pekan menjalani perawatan intensif di ICU dan HCU Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, nyawanya tak tertolong. Ia mengembuskan napas terakhir pada Jumat malam (6/6).
"Ia meninggal Jumat malam, sekitar pukul setengah sebelas. Saat itu masih dirawat di HCU, tapi kondisinya tiba-tiba memburuk," ujar sang istri, Intan Nuraeni.
Sebagai bentuk solidaritas dan rasa empati, manajemen Persib bersama Viking Persib Club (VPC) turun langsung memberikan santunan kepada keluarga almarhum. Penyerahan dilakukan di rumah duka, di Kampung Cipari, Desa Mukapayung, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat.
Santunan diserahkan oleh Head of Communications PT Bandung Bermartabat, Adhi Pratama, bersama Ketua Umum VPC, Tobias Ginanjar. Keduanya menyampaikan rasa belasungkawa dan harapan agar kejadian serupa tidak terulang.
"Kami menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada keluarga almarhum Nugraha. Seharusnya ini menjadi momen kemenangan dan kebahagiaan, namun berubah menjadi kesedihan. Santunan ini adalah bentuk kasih dan solidaritas dari keluarga besar Persib kepada keluarga yang ditinggalkan," ujar Adhi.
Ia juga menekankan pentingnya keselamatan dalam setiap momen perayaan.
"Kejadian ini menjadi pelajaran penting. Ke depan, kami ingin memastikan bahwa setiap euforia disambut dengan bijak dan aman, agar tak ada lagi duka di tengah kebanggaan," tambahnya.
Senada dengan itu, Tobias menegaskan bahwa duka ini dirasakan oleh seluruh komunitas bobotoh.
"Kami datang bukan hanya sebagai organisasi suporter, tetapi sebagai keluarga. Nugraha adalah bagian dari kita. Santunan ini adalah bukti bahwa bobotoh selalu saling menguatkan, baik di dalam maupun di luar lapangan," tuturnya.
Ia berharap tragedi ini menjadi yang terakhir.
"Tidak boleh ada lagi nyawa yang melayang dalam euforia. Keselamatan harus menjadi prioritas utama," pungkasnya.
Kolaborasi antara Persib dan Viking Persib Club dalam memberikan santunan ini menjadi simbol kuat bahwa sepak bola bukan sekadar soal menang dan kalah. Di balik sorak sorai dan selebrasi, ada rasa kemanusiaan yang harus dijaga. Dalam suka maupun duka, Persib dan bobotoh tetap satu hati menang bersama, berduka bersama.

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
