Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 11 Juni 2025 | 20.14 WIB

Duka di Tengah Euforia Juara Liga 1, Persib Bandung dan Viking Beri Santunan Keluarga Bobotoh yang Meninggal

Manajemen Persib dan Viking Persib Club menyerahkan santunan kepada keluarga almarhum Nugraha di rumah duka. (dok. Persib) - Image

Manajemen Persib dan Viking Persib Club menyerahkan santunan kepada keluarga almarhum Nugraha di rumah duka. (dok. Persib)

JawaPos.com- Kemenangan Persib Bandung di Liga 1 2024/2025 seharusnya menjadi momen penuh suka cita bagi para pendukung setianya. Namun, kegembiraan itu berubah menjadi duka mendalam bagi keluarga Nugraha (20), seorang bobotoh muda asal Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat.

Nugraha menjadi korban dalam insiden tragis saat mengikuti konvoi perayaan juara Persib pada Sabtu (24/5). Ia terjatuh dari flyover Pasupati dan mengalami luka berat di bagian kepala, rusuk, serta ginjal akibat benturan keras. Setelah dua pekan menjalani perawatan intensif di ICU dan HCU Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, nyawanya tak tertolong. Ia mengembuskan napas terakhir pada Jumat malam (6/6).

"Ia meninggal Jumat malam, sekitar pukul setengah sebelas. Saat itu masih dirawat di HCU, tapi kondisinya tiba-tiba memburuk," ujar sang istri, Intan Nuraeni. 

Sebagai bentuk solidaritas dan rasa empati, manajemen Persib bersama Viking Persib Club (VPC) turun langsung memberikan santunan kepada keluarga almarhum. Penyerahan dilakukan di rumah duka, di Kampung Cipari, Desa Mukapayung, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat.

Santunan diserahkan oleh Head of Communications PT  Bandung Bermartabat, Adhi Pratama, bersama Ketua Umum VPC, Tobias Ginanjar. Keduanya menyampaikan rasa belasungkawa dan harapan agar kejadian serupa tidak terulang.

"Kami menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada keluarga almarhum Nugraha. Seharusnya ini menjadi momen kemenangan dan kebahagiaan, namun berubah menjadi kesedihan. Santunan ini adalah bentuk kasih dan solidaritas dari keluarga besar Persib kepada keluarga yang ditinggalkan," ujar Adhi.

Ia juga menekankan pentingnya keselamatan dalam setiap momen perayaan.

"Kejadian ini menjadi pelajaran penting. Ke depan, kami ingin memastikan bahwa setiap euforia disambut dengan bijak dan aman, agar tak ada lagi duka di tengah kebanggaan," tambahnya.

Senada dengan itu, Tobias menegaskan bahwa duka ini dirasakan oleh seluruh komunitas bobotoh.

"Kami datang bukan hanya sebagai organisasi suporter, tetapi sebagai keluarga. Nugraha adalah bagian dari kita. Santunan ini adalah bukti bahwa bobotoh selalu saling menguatkan, baik di dalam maupun di luar lapangan," tuturnya.

Ia berharap tragedi ini menjadi yang terakhir.

"Tidak boleh ada lagi nyawa yang melayang dalam euforia. Keselamatan harus menjadi prioritas utama," pungkasnya.

Kolaborasi antara Persib dan Viking Persib Club dalam memberikan santunan ini menjadi simbol kuat bahwa sepak bola bukan sekadar soal menang dan kalah. Di balik sorak sorai dan selebrasi, ada rasa kemanusiaan yang harus dijaga. Dalam suka maupun duka, Persib dan bobotoh tetap satu hati menang bersama, berduka bersama.

Editor: Hendra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore