Pemain PSS Sleman Kim Kurniawan dan Kevin Gomes terduduk lemas setelah PSS terdegradasi (Alfian Rizal/Jawa Pos)
JawaPos.com - Degradasi PSS Sleman ke Liga 2 meninggalkan luka mendalam bagi seluruh keluarga besar Super Elja. Di tengah kesedihan yang menyelimuti, sosok Kim Kurniawan tampil sebagai voice of heart yang menyuarakan perasaan semua pihak. Kapten berdarah Jawa itu menuangkan seluruh emosinya melalui unggahan Instagram yang langsung viral dan membuat jutaan netizen terharu.
"Satu hari setelah pertandingan home yang begitu berkesan melawan Persija, persiapan untuk laga pemungkas melawan Madura langsung dimulai. Musim yang begitu berat akan segera berakhir," tulis Kim mengawali curahan hatinya yang penuh makna.
Meski PSS berhasil mengalahkan Madura United 3-0 di Stadion Gelora Bangkalan pada Sabtu (24/5), kemenangan tersebut tidak cukup menyelamatkan Laskar Sembada dari jurang degradasi. Dengan koleksi 34 poin, PSS harus rela turun kasta bersama Barito Putera yang juga meraih poin serupa.
Posisi 16 di klasemen akhir Liga 1 menjadi catatan hitam dalam sejarah PSS Sleman. Padahal, tim besutan Pieter Huistra sempat menunjukkan tren positif dengan meraih empat kemenangan beruntun di pengujung musim, namun upaya tersebut terlambat untuk mengubah nasib mereka.
Cleberson de Souza, bek asing PSS, turut menyampaikan penyesalan mendalam usai pertandingan. "Kami menyesal pada tahun ini. Sleman adalah sebuah klub yang besar dan PSS adalah klub yang sangat baik, saya yakin PSS akan kembali dengan cepat," ungkap pemain asal Brasil tersebut dengan mata berkaca-kaca.
Pergolakan Batin Sang Kapten
Kim Kurniawan, yang telah menjadi simbol loyalitas PSS Sleman selama bertahun-tahun, mengalami musim yang sangat berat secara personal. Cedera parah di awal musim memaksanya menjalani operasi dan proses rehabilitasi yang panjang serta menyiksa secara mental.
"Musim yang sangat sulit, bukan hanya bagi PSS, tapi juga secara pribadi bagi saya. Cederaku di pertandingan pertama musim ini langsung butuh operasi. Melewati proses rehab yang tidak mudah hingga akhirnya lutut sebelah ikut cedera dan harus dioperasi lagi," kenang Kim dengan penuh emosi.
Perjuangan melawan cedera tersebut tidak hanya menguras fisik, tetapi juga mental sang kapten. "Secara mental saya hancur. Kaki sakit, hati pun sakit karena tidak bisa membantu teman-teman yang sedang berjuang menghindari jurang degradasi," tulisnya dengan jujur.
Selama delapan bulan, Kim harus menonton dari pinggir lapangan sementara rekan-rekannya berjuang keras untuk mempertahankan status Liga 1. Ketidakmampuan berkontribusi langsung membuat beban psikologis semakin berat, terutama ketika melihat tim kesayangannya terus terpuruk di papan bawah klasemen.
Ketika akhirnya bisa kembali bermain tanpa rasa sakit, Kim memiliki optimisme tinggi bahwa PSS bisa lolos dari degradasi. "Setelah delapan bulan akhirnya saya bisa main bola lagi tanpa rasa sakit. Saya begitu optimistis bahwa 24 Mei kemarin akan jadi harinya PSS. Tapi Tuhan berkata lain," ungkapnya dengan nada pasrah namun penuh hikmah.
Keputusasaan Kim semakin mendalam ketika menyadari bahwa degradasi ini terjadi di musim yang sangat istimewa baginya. "Yang paling menyakitkan, ini terjadi di musim di mana saya benar-benar merasa bahwa PSS Sleman bukan sekadar klub sepak bola. PSS adalah segalanya bagi begitu banyak orang, termasuk saya," tuturnya dengan penuh penghayatan.
Bagi Kim, PSS bukan hanya tempat berkarier, tetapi sudah menjadi bagian integral dari hidupnya. Ikatan emosional yang terjalin selama bertahun-tahun membuat degradasi terasa seperti kehilangan keluarga sendiri.
Pelatih Pieter Huistra juga terpukul dengan hasil ini. Pelatih berpaspor Belanda itu mengakui bahwa ini adalah hari yang sangat menyedihkan. "Ini hari yang sedih untuk Sleman, hari yang sedih untuk supporter, hari yang sedih untuk pemain, dan hari yang sedih untuk kami semua," ungkap mantan pelatih Borneo FC tersebut.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Profil Irjen Pipit Rismanto, Pati Polri yang Diungkap IPW Diduga Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Korupsi Pertambangan
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Resmi! Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty, Peluang Podium Moto3 Hungaria 2026 Terancam?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Isu Reshuffle Kabinet Sempat Mencuat, Siapa Saja Menteri Berpotensi Diganti oleh Presiden Prabowo?
