Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 25 Mei 2025 | 16.39 WIB

Ricky Nelson Blak-blakan! Bongkar 3 Masalah yang Bikin Persija Jakarta Gagal Capai Target Empat Besar, Back to Back Papan Tengah

Ricky Nelson pimpin latihan Persija jelang debut lawan Borneo FC. (@persija)

JawaPos.com - Persija Jakarta telah menyelesaikan Liga 1 Indonesia 2024/2025 dengan finish di papan tengah, tak jauh berbeda ketimbang musim lalu. Ricky Nelson sebagai karteker tim mengungkap ada tiga masalah yang membuat Macan Kemayoran gagal mencapai target empat besar.

Persija mengakhiri musim ini dengan duduk di urutan ketujuh dalam klasemen akhir Liga 1 2024/2025 dengan 51 poin. Macan Kemayoran terpaut tiga tempat dari target yang dicanangkan oleh manajemen pada awal musim.

Bagi Persija, hasil ini terbilang buruk. Sebab, Macan Kemayoran cuma satu tingkat lebih baik dibanding musim lalu. Pada Liga 1 2023/2024, mereka finish di urutan delapan dengan 48 poin.

Sebagai sosok pelatih yang mendampingi Persija semusim penuh, Ricky Nelson menilai ada sejumlah hal yang mengakibatkan Macan Kemayoran terdampar di papan tengah. Salah satunya adalah Persija tak mampu memainkan pertandingan kandang di satu stadion tetap.

"Kami perlu memastikan di musim depan kandang itu, 17 laga kandang kita jangan pindah-pindah. Itu nomor satu, 17 laga. Bayangkan kita, di JIS (cuma) enam kali. Secara permainan kita kalau main di JIS ini kita selalu bisa kuasai. Intensitasnya bagus, tekanannya ada," kata Ricky Nelson.

"Sehingga, poin pertama menurut saya adalah bagaimana supaya manajemen bisa mengatur semua 17 laga kandang musim depan itu selalu bermain di JIS. Jangan pindah-pindah," tambahnya.

Rekor Persija di JIS musim ini memang nyaris sempurna. Lima dari enam laga yang dijalani berujung kemenangan. Sementara satunya berakhir imbang.

Adapun 11 laga kandang lain dimainkan Persija Jakarta di lima stadion berbeda. Yakni Stadion Utama Gelora Bung Karno, Stadion Sultan Agung Bantul, Stadion Pakansari, Stadion Patriot Candrabhaga, dan Indomilk Arena Tangerang.

Masalah kedua, kata Ricky Nelson, Persija kurang adaptif pada musim ini. Sebab pelatih sejak awal musim Carlos Pena merupakan baru karena menggantikan Thomas Doll.

Dia menilai Pena butuh waktu lebih agar Persija bisa dapat performa terbaik. Itu dibuktikan pada putaran pertama, di mana Macan Kemayoran sempat mampu menempati posisi kedua dan konsisten di papan atas.

"Yang kedua pasti adalah karena semua ini perpaduan antara pemain senior dan junior. Kita perlu juga adaptasi. Mungkin, pelatih baru datang nanti perlu adaptasi dengan situasi yang ada. Memang, perpindahan antarpelatih pasti akan ada yang berbeda. Kita coba untuk adaptasi, dan itu yang membuat tim-tim lawan putaran kedua bisa membaca permainan kita," ucap Ricky.

"Sehingga, kita, mungkin, terlambat melihat itu sehingga, kita kurang mampu mengantisipasinya. Tapi, putaran pertama kita bagus sebenarnya. Putaran kedua lawan berubah, kita mungkin belum bisa mempersiapkan diri mengubah," jelasnya menambahkan.

Sementara persoalan ketiga adalah badai cedera. Persija sempat dihampiri masalah itu ketika putaran kedua. Bahkan di akhir musim saja ada tiga pemaon yang konfisinta bermasalah seperti Syahrian Abimanyu, Ondrej Kudela, dan Muhammad Ferarri.

"Ditambah cedera. Banyak pemain kita yang cedera di musim ini. Sehingga, itu yang membuat kita tidak terlalu maksimal," tutupnya.

Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore