Pelatih Persija Jakarta, Ricky Nelson jelang melawan Malut United FC. (Dok. Persija)
JawaPos.com - Pelatih sementara Persija Jakarta, Ricky Nelson menyayangkan kegagalan timnya menutup Liga 1 Indonesia 2024/2025 dengan sempurna saat melawan Malut United FC. Dia menyesalkan tumpulnya lini depan Macan Kemayoran sepanjang 90 menit, Jumat (23/5) malam.
Persija harus puas mendapatkan satu angka dalam laga pamungkas di Liga 1 2024/2025. Menjamu Malut United FC di Jakarta International Stadium (JIS), Macan Kemayoran cuma mampu bermain imbang tanpa gol alias 0-0.
Padahal, dalam laga itu Persija tampil di hadapan ribuan pendukung dan suporternya sendiri, The Jakmania. Ricky Nelson menilai seharusnya Macan Kemayoran bisa menang dan menutup musim dengan hasil apik.
"Puji Tuhan kita bisa menyelesaikan semua 34 pertandingan kompetisi 2024/25. Walaupun, memang laga terakhir kita di kandang, sayang sekali kita tidak bisa dapat tiga poin," tutur Ricky Nelson pascalaga.
"Babak pertama kita punya peluang, bisa 2-3 gol harusnya. Tapi, memang sepertinya kurang beruntung karena terkena tiang. Secara permainan kita sebenarnya menguasai," tambahnya.
Pada babak pertama, Persija memang punya tiga peluang emas untuk mencetak gol. Dua di antaranya lewat Maciej Gajos, namun tendangannya masih membentur tiang gawang. Sementara satu peluang lain diciptakan oleh Hanif Sjahbandi, sayang masih diantisipasi kiper Wagner Augusto.
Sementara di babak kedua, Persija lebih banyak ditekan. Tapi sempat ada satu peluang terbaik lewat Gustavo Almeida dari luar kotak penalti, namun bisa ditangkap kiper lawan.
"Babak kedua kita mencoba berubah, namun lawan juga berubah. Lawan lebih rendah untuk mereka bertahan lagi sehingga, kita tidak punya ruang untuk bisa memaksimalkan di belakang lini mereka," terangnya.
"Tapi, saya pikir penyelesaian akhir yang jadi masalah tadi. Kalau tadi penyelesaian akhirnya dapat, mungkin tadi akan lebih baik dan berubah skor pada malam ini," tambah Nelson.
Selain itu, Ricky Nelson tak menampik kurang maksimalnya permainan Persija tadi malam adalah karena ketidakhadiran dua pilar andalan, Witan Sulaeman dan Dony Tri Pamungkas. Keduanya absen karena alasan berbeda. Witan tak bisa tampil karena skorsing akumulasi kartu kuning, sedangkan Dony mengalami masalah saat latihan resmi.
Absennya Witan dan Dony menjadi kerugian untuk Persija. Terlebih, keduanya kerap diandalkan jadi mesin serangan Persija dari sisi sayap sejak ditangani oleh Ricky Nelson dalam beberapa laga terakhir.
"Ini membuat apa yang sudah kita rencanakan dalam dua minggu terakhir ini bermain lebih banyak untuk rotasi dan segala macam tidak berjalan mulus sekali. Tapi, kita syukuri kita selesaikan kompetisi ini dengan baik. Dan, terima kasih untuk para The Jakmania yang sudah selalu mendukung selama satu musim ini," pungkas Nelson.

Kapolri Kenang Warisan Bung Karno, Tegaskan Semangat Pemimpin Bangsa Harus Terus Dijaga
Prediksi Skor Ekuador vs Curacao di Piala Dunia 2026: La Tri Wajib Menang demi Lolos ke Babak 32 Besar
Prediksi Skor Jerman vs Pantai Gading di Piala Dunia 2026: Ujian Sesungguhnya Die Mannschaft di Grup E
BGN Terbitkan SE Nomor 12 Tahun 2026, Layanan MBG Dihentikan Sementara saat Hari Libur
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Susunan Pemain Timnas Brasil vs Haiti: Danilo Ingin Selecao Kuasai Permainan
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Jadwal Moto3 Ceko 2026! Veda Ega Pratama P14 dan Langsung Lolos Q2
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
