Eduardo Perez Moran. (Istimewa)
JawaPos.com - Mencari pelatih baru menjadi fokus Persebaya Surabaya untuk mengarungi Liga 1 Indonesia musim depan. Beberapa nama pelatih asing mulai dikaitkan dengan Persebaya.
Dua kandidat pelatih baru dirumorkan sedang didekati oleh Persebaya. Mereka adalah Pep Munoz dan Eduardo Perez yang keduanya merupakan pelatih asal Spanyol. Khusus untuk Pep Munoz, saat ini dia adalah pelatih dari klub asal Kamboja Svay Rieng.
Dari dua nama tersebut, Eduardo Perez sepertinya membuat Persebaya tertarik untuk menjadikannya pelatih baru di musim depan. "Deal Aggrement: Persebaya Surabaya telah memutuskan untuk memilih mantan asisten Luis Milla yakni Edu Perez, dan telah mencapai kesepakatan verbal untuk bergabung di bursa transfer awal musim ini," tulis postingan Instagram @ownerwakanda yang sering memberikan kabar tentang transfer tim-tim Liga 1.
Terpilihnya Eduardo Perez sebagai satu-satunya kandidat pelatih Persebaya memang membuat para pendukung cukup terkejut. Pasalnya, karier Edu Perez sebagai pelatih memang tidak terlalu mentereng.
Melansir Transfermarkt, Edu Perez sempat menjadi pelatih tim Spanyol CP Villarrobledo musim 2020/2021. Namun, rekor pertandingannya hanya menang dua pertandingan, kalah 18 kali, dan enam hasil imbang.
Tentu, jika melihat rekor pertandingannya bersama klub tersebut tidak membuat para pendukung yakin bahwa Edu Perez bisa membawa Persebaya bersaing di papan atas Liga 1 dan kompetisi di Asia dan ASEAN musim depan. Namun, sebenarnya ada empat sisi positif Edu Perez jika resmi menjadi pelatih Persebaya yang sudah JawaPos.com rangkum.
1. Kenal dengan Atmosfer Sepak Bola Indonesia
Awal Edu Perez berkarier di sepak bola Indonesia adalah saat menjadi bagian dari staf kepelatihan Luis Milla di Timnas Indonesia pada 2017. Setelah itu, pelatih berusia 48 tahun tersebut menjadi asisten pelatih dari Julio Banuelos di Persija Jakarta pada musim 2018/2019.
Karier kepelatihannya di Liga Indonesia berlanjut saat Edu Perez menjabat sebagai pelatih kepala PSS Sleman di musim 2019/2020. Namun, saat itu PSS Sleman mengalami masalah internal yang membuatnya harus hengkang dan belum mempunyai catatan pertandingan bersama PSS Sleman.
Dengan modal pengalamannya menangani klub-klub Liga 1 dan Timnas Indonesia, seharusnya membuat Edu Perez tidak perlu waktu lama untuk beradaptasi dengan atmosfer sepak bola Indonesia. Selain itu, dirinya sudah memiliki pemahaman tentang para pemain-pemain di Liga 1.
2. Sudah Siap dengan Tuntutan Suporter
Edu Perez seharusnya sudah paham bagaimana cara menghadapi tuntutan dan ekspektasi tinggi dari suporter karena pernah bergabung di Persija dan PSS Sleman. Kedua klub tersebut terkenal memiliki basis suporter yang militan dan vokal jika timnya mengalami keterpurukan.
Sama halnya dengan Bonek, suporter Persebaya yang selalu siap bersuara jika timnya mengalami performa yang buruk. Untuk itu, Eduardo Perez sepertinya akan siap menerima tuntutan suporter jika resmi menjadi pelatih Persebaya.
3. Persebaya bakal Punya Kiper Berkualitas

Kapolri Kenang Warisan Bung Karno, Tegaskan Semangat Pemimpin Bangsa Harus Terus Dijaga
Prediksi Skor Ekuador vs Curacao di Piala Dunia 2026: La Tri Wajib Menang demi Lolos ke Babak 32 Besar
Prediksi Skor Jerman vs Pantai Gading di Piala Dunia 2026: Ujian Sesungguhnya Die Mannschaft di Grup E
BGN Terbitkan SE Nomor 12 Tahun 2026, Layanan MBG Dihentikan Sementara saat Hari Libur
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Susunan Pemain Timnas Brasil vs Haiti: Danilo Ingin Selecao Kuasai Permainan
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Jadwal Moto3 Ceko 2026! Veda Ega Pratama P14 dan Langsung Lolos Q2
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
