Eduardo Perez Moran. (Istimewa)
JawaPos.com — Persebaya Surabaya tengah bersiap menyambut musim Liga 1 Indonesia 2025/2026 dengan melakukan perombakan di kursi kepelatihan. Setelah nama Pep Munoz muncul sebagai kandidat kuat, kini muncul satu nama lain yang tak kalah menarik: Eduardo Perez Moran.
Kabar ini pertama kali dibocorkan melalui akun Instagram @ownerwakanda yang dikenal sering membagikan informasi terkini seputar dunia sepak bola Tanah Air.
Dalam unggahan tersebut, disebutkan Eduardo Perez kini menjadi kandidat kedua untuk menggantikan Paul Munster di posisi pelatih kepala Persebaya Surabaya.
“NEW CANDIDATE: Mantan Asisten pelatih timnas Indonesia edu perez menjadi kandidat pelatih kedua untuk menggantikan posisi Paul Munster di kursi kepelatihan musim ini.
Pelatih asal Spanyol tersebut saat ini menjadi tim koordinator junior di klub CP Villarrobledo, tidak hanya itu pelatih tersebut juga pernah menjadi asisten pelatih Persija dan head coach PSS Sleman musim 2019/20.
Sebelumnya edu perez menjabat sebagai head coach klub CP Telah mencatat musim lalu yakni:
- 26 Match
- 2 Win
- 6 Draw
- 18 Lose,” tulis @ownerwakanda.
Eduardo Perez bukan nama asing di sepak bola Indonesia. Ia sempat menjabat sebagai asisten pelatih Persija Jakarta dan menjadi pelatih kepala PSS Sleman di musim 2019/2020.
Pelatih asal Spanyol itu kini berstatus sebagai koordinator tim junior di klub CP Villarrobledo, Spanyol.
Ia sebelumnya juga sempat melatih tim utama klub tersebut selama satu musim dengan catatan 26 pertandingan, 2 kemenangan, 6 hasil imbang, dan 18 kekalahan.
Meski rekornya di CP Villarrobledo tak terlalu impresif, Eduardo membawa modal pengalaman panjang sebagai pelatih dan mantan pemain profesional.
Ia mengawali karier sebagai penjaga gawang di CD Logrones yang saat itu bermain di kasta kedua Liga Spanyol.
Setelah tiga musim di CD Logrones, ia pindah ke UD Melilla yang juga bermain di divisi yang sama. Satu musim berselang, ia melanjutkan petualangannya ke Balaguer CF, klub kasta ketiga Liga Spanyol.
Di Balaguer, Eduardo berhasil membawa timnya menjuarai Catalunya Cup pada periode 1999 hingga 2001. Setelah itu, ia bergabung ke Badalona CF pada musim 2002/2003 dan mulai merintis karier pelatih sebagai pelatih kiper muda.
Di klub tersebut pula Eduardo menutup kariernya sebagai pemain profesional.

11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
