
Jay Idzes siap tempur bersama Timnas Indonesia. (@jayidzes)
JawaPos.com–Kapten Timnas Indonesia, Jay Idzes, dipastikan absen memperkuat klubnya, Venezia, dalam laga penentuan nasib di Serie A melawan Juventus pada Senin (26/5). Absennya sang kapten jadi pukulan besar bagi Venezia yang sedang berjuang lepas dari ancaman degradasi.
Saat ini, I Leoni Alati, julukan Venezia berada di posisi ke-19 klasemen Serie A dengan 29 poin dari 37 pertandingan. Untuk bertahan di kasta tertinggi, Venezia wajib menang di laga terakhir melawan Juventus dan berharap dua pesaing terdekat, Lecce dan Empoli, gagal meraih poin.
Sayangnya, mereka harus menghadapi tantangan itu tanpa Idzes, yang terkena hukuman akumulasi kartu kuning. Jay Idzes merupakan sosok krusial di lini belakang Venezia.
Musim ini, dia telah mencatatkan 36 penampilan dan mencetak dua gol di semua ajang. Ketiadaannya jelas meninggalkan lubang besar, apalagi lawan yang dihadapi adalah Juventus tim peringkat keempat klasemen sementara.
Namun di balik absennya dari laga penting itu, Idzes justru memiliki kesempatan untuk bergabung lebih cepat dengan Timnas Indonesia. Timnas tengah bersiap menghadapi dua laga penting di putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Skuad Garuda dijadwalkan menghadapi Tiongkok pada 5 Juni dan Jepang pada 10 Juni. Pelatih Patrick Kluivert telah memanggil 32 pemain untuk memperkuat Indonesia, termasuk Jay Idzes.
Para pemain dijadwalkan memulai pemusatan latihan (TC) di Bali pada (26/5). Dengan tidak bermain di laga pamungkas Serie A, Idzes punya waktu pemulihan lebih panjang untuk tampil maksimal bersama Garuda.
Kehadiran Idzes di Timnas Indonesia tak hanya soal kualitas di lapangan. Bek berusia 24 tahun itu dikenal memiliki kedekatan emosional yang kuat dengan Indonesia.
Dalam sebuah wawancara di kanal YouTube The Haye Way, Idzes mengungkap alasan personal yang mendalam di balik keputusannya memilih Indonesia ketimbang Belanda.
"Kakek saya lahir pada 1939, saat Indonesia diduduki Jepang. Dia dibesarkan di panti asuhan dan tinggal di sana selama 10 tahun. Dia sering bercerita kepada saya tentang betapa sulitnya menciptakan sesuatu untuk dirinya sendiri di masa itu," kata Idzes penuh haru.
Jay kecil tumbuh dengan cerita perjuangan kakeknya yang bahkan harus memanjat tembok stadion demi menonton sepak bola karena tak mampu membeli tiket. Tante Jay juga lahir di Indonesia sebelum keluarganya hijrah ke Belanda demi mencari kehidupan yang lebih stabil.
Kisah ini terus melekat di benaknya, menjadi sumber semangat dalam karir profesionalnya. Momen ketika Jay Idzes resmi dipanggil memperkuat Timnas Indonesia pun menjadi sangat emosional. Sang kakek menangis bahagia.
"Ya, dia sangat bangga. Saat muda, dia suka menonton pertandingan sepak bola di Indonesia, walaupun harus memanjat tembok stadion," kenang Idzes sambil tersenyum.
Kini, Jay Idzes merasa memiliki tanggung jawab untuk membahagiakan keluarganya, terutama sang kakek.
"Dengan penghasilan saya yang lebih baik sekarang, saya ingin mereka merasakan kebahagiaan. Saya sering bilang ke mereka, Kalau ingin pergi ke mana pun atau melakukan apa pun, beri tahu saya," ungkap Jay Idzes.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Profil Irjen Pipit Rismanto, Pati Polri yang Diungkap IPW Diduga Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Korupsi Pertambangan
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Resmi! Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty, Peluang Podium Moto3 Hungaria 2026 Terancam?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Isu Reshuffle Kabinet Sempat Mencuat, Siapa Saja Menteri Berpotensi Diganti oleh Presiden Prabowo?
