Pelatih Persebaya Paul Munster bersitegang dengan Asisten Pelatih Semen Padang FX Yanuar dan berujung kartu merah. (Riana Setiawan/Jawa Pos)
JawaPos.com — Persebaya Surabaya tengah berjuang keras mengamankan posisi dua besar klasemen Liga 1 Indonesia 2024/2025. Namun di balik ambisi mereka menembus kompetisi Asia, Green Force justru tercoreng oleh catatan buruk soal kedisiplinan pemain di lapangan.
Tim kebanggaan Bonek ini hanya kalah dari Semen Padang FC dalam hal rekor fair play paling buruk musim ini. Fakta ini mencoreng nama besar Persebaya Surabaya, apalagi terjadi di momen krusial menjelang akhir kompetisi.
Dalam laga terakhir melawan Borneo FC di Stadion Segiri pada Minggu (18/5/2025) malam, Persebaya Surabaya harus puas berbagi angka 1-1.
Hasil imbang itu membuat mereka kini mengoleksi 56 poin dan masih berpeluang finis di posisi runner-up.
Peluang tersebut masih terbuka lebar karena Persebaya Surabaya hanya tertinggal dua angka dari Dewa United yang duduk di posisi kedua.
Namun, Green Force juga harus bersaing ketat dengan Malut United yang sama-sama mengoleksi 56 poin namun unggul head to head.
Laga pamungkas kontra Bali United pada Jumat (23/5/2025) di Stadion Gelora Bung Tomo akan menjadi penentu nasib Persebaya Surabaya. Tapi sayangnya, menjelang laga itu, statistik kedisiplinan mereka justru menjadi sorotan tajam.
Catatan fair play Persebaya Surabaya musim ini tergolong sangat buruk dan hanya lebih baik sedikit dari juru kunci daftar pelanggar, Semen Padang FC.
Dalam daftar lima tim dengan rekor terburuk, Persebaya Surabaya menduduki peringkat ke-17 dari 18 peserta Liga 1.
Data resmi menunjukkan Persebaya Surabaya mengoleksi 76 kartu kuning sepanjang musim.
Tak hanya itu, mereka juga mencatatkan dua kartu kuning kedua, empat kartu merah langsung, dan total enam gabungan kartu kuning kedua dan kartu merah.
Jika dihitung berdasarkan sistem poin fair play, Persebaya Surabaya telah mengumpulkan 102 poin pelanggaran. Angka ini menjadikan mereka sebagai tim paling tidak fair nomor dua di Liga 1 Indonesia 2024/2025.
Hanya Semen Padang FC yang mencatatkan poin lebih buruk, yaitu 110 poin dari jumlah kartu yang lebih banyak.
Semen Padang tercatat mengoleksi 76 kartu kuning, tiga kartu kuning kedua, lima kartu merah langsung, dan total delapan gabungan kartu.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Profil Irjen Pipit Rismanto, Pati Polri yang Diungkap IPW Diduga Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Korupsi Pertambangan
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Resmi! Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty, Peluang Podium Moto3 Hungaria 2026 Terancam?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Isu Reshuffle Kabinet Sempat Mencuat, Siapa Saja Menteri Berpotensi Diganti oleh Presiden Prabowo?
