Mohammed Rashid dan Pusamania (Dok. Instagram)
JawaPos.com - Persebaya Surabaya sukses membawa pulang satu poin dari lawatannya ke markas Borneo FC dalam laga pekan ke-33 Liga 1 2024/2025. Bertanding di Stadion Segiri, Samarinda, Minggu (18/5/2025) malam, Green Force menahan imbang tuan rumah dengan skor 1-1 meski harus bermain dengan 10 orang sejak pertengahan babak kedua.
Pertandingan berlangsung ketat sejak menit awal. Borneo FC tampil menekan melalui kombinasi serangan dari Sihran Amarullah hingga Matheus Antonio Souza. Namun, kukuhnya lini belakang Persebaya, termasuk penampilan Ernando Ari di bawah mistar, berhasil meredam semua ancaman.
Persebaya mulai keluar dari tekanan dan balik menekan melalui duet serangan Bruno Moreira dan Flavio da Silva. Sejumlah peluang diciptakan oleh tim tamu, tetapi hingga babak pertama usai, skor tetap kacamata.
Di babak kedua, Persebaya tampil lebih percaya diri. Mereka bahkan berhasil unggul lebih dulu melalui eksekusi penalti Bruno Moreira pada menit ke-60 setelah pelanggaran di kotak terlarang. Sayangnya, momentum positif itu terganggu setelah Ernando Ari menerima dua kartu kuning dalam waktu singkat yang berujung kartu merah.
Kondisi itu membuat Persebaya harus mengganti Toni Firmansyah dengan Andhika Ramadhani untuk mengisi posisi penjaga gawang. Dengan keunggulan jumlah pemain, Borneo mendapatkan penalti yang dieksekusi dengan sempurna oleh Souza pada menit ke-76.
Meski kehilangan satu pemain, Persebaya tetap menunjukkan daya juang luar biasa. Pelatih memasukkan Mohammed Rashid untuk menambah kekuatan di lini tengah. Di sisa waktu pertandingan, Green Force tetap memberikan perlawanan, termasuk peluang berbahaya dari Malik Risaldi yang nyaris membuahkan gol kemenangan.
Sementara itu, Borneo FC yang berusaha memanfaatkan keunggulan jumlah pemain terus menggempur pertahanan Persebaya. Namun, Andhika Ramadhani tampil solid menggagalkan sejumlah tembakan berbahaya dari tuan rumah, termasuk dari Lilipaly dan Mariano.
Laga berakhir imbang 1-1 setelah kedua tim bermain habis-habisan hingga menit ke-90+9. Hasil ini menunjukkan karakter kuat Persebaya yang mampu bertahan dan tampil disiplin meski dalam kondisi tertekan. Mereka berhak membawa pulang satu poin dari kandang Pesut Etam.
Di balik laga yang penuh tensi ini, ada momen menyentuh yang datang dari tribun penonton. Gelandang Persebaya, Mohammed Rashid, mendapatkan dukungan dari suporter tuan rumah, Pusamania, yang membentangkan spanduk bertuliskan:
“Stop pembunuhan terhadap anak-anak Palestina. Mari kita berdiri bersama.”
Rashid pun menyampaikan apresiasinya melalui media sosial dengan menulis:
“Langsung dari Samarinda dengan cinta dan dukungan tanpa batas, terima kasih Pusamania!”
Momen ini menjadi simbol bahwa sepak bola bukan hanya soal persaingan, melainkan juga ruang untuk saling mendukung dan menunjukkan kepedulian kemanusiaan. Rivalitas boleh panas di lapangan, tetapi solidaritas tetap bisa tumbuh dari tribun.
Tak sedikit netizen pun turut mengapresiasi aksi damai tersebut di media sosial. Beberapa komentar bernada sejuk pun muncul, seperti:

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
