Mariano Peralta. (Istimewa)
JawaPos.com — Persebaya Surabaya bakal menjalani laga berat saat bertandang ke markas Borneo FC di Stadion Segiri, Samarinda, malam ini, Minggu (18/5/2025). Laga pekan ke-33 Liga 1 Indonesia 2024/2025 ini sangat krusial bagi kedua tim, terutama Persebaya Surabaya yang masih mengejar asa ke Asia.
Borneo FC sedang panas-panasnya dan sangat sulit dikalahkan jika bermain di kandang. Tiga laga terakhir, Pesut Etam meraih kemenangan beruntun dan sukses mencetak sembilan gol secara total.
Salah satu kunci performa impresif Borneo FC adalah sang penyerang andalan, Mariano Peralta. Pemain asal Argentina itu tampil luar biasa di pengujung musim dan menjadi momok menakutkan bagi lawan-lawannya.
Dari sembilan gol Borneo FC di tiga laga terakhir, tiga di antaranya disumbangkan oleh Peralta. Catatan itu menunjukkan kontribusinya sangat signifikan dalam skema serangan tim asuhan Joaquin Gomez.
Mariano Peralta tak hanya piawai mencetak gol, tapi juga jago merancang serangan. Empat rekor pribadi yang dicatatkannya di Liga 1 musim ini bisa membuat Persebaya Surabaya mati kutu di Samarinda.
Pertama, Peralta tercatat sebagai pemain dengan rating tertinggi di Liga 1 Indonesia musim ini. Nilai 7.85 dari platform statistik menandakan konsistensi dan efektivitasnya di setiap laga.
Kedua, Peralta menjadi pemain dengan jumlah assist terbanyak kedua di Liga 1, yakni 12 assist. Angka ini menunjukkan kualitas umpannya yang memanjakan rekan setim dalam mencetak gol.
Ketiga, ia menempati posisi ketiga sebagai pemain dengan kontribusi gol dan assist terbanyak. Peralta total mencatatkan 12 assist dan 9 gol, atau terlibat langsung dalam 21 gol Borneo FC.
Keempat, Peralta merupakan pemain dengan jumlah umpan kunci terbanyak per pertandingan. Rata-rata 2,6 umpan kunci setiap laga menjadikannya motor kreativitas serangan utama Pesut Etam.
Dengan empat rekor tersebut, wajar jika banyak pihak menilai Peralta akan menjadi mimpi buruk bagi Persebaya Surabaya malam ini. Apalagi, laga ini digelar di Stadion Segiri, markas yang dikenal angker bagi tim tamu.
Kondisi Borneo FC memang tak sempurna karena harus kehilangan dua pemain andalannya, Terens Puhiri dan Alfharezzi Buffon akibat akumulasi kartu.
Namun kekuatan tim diprediksi tetap solid karena masih ada Peralta sebagai tumpuan utama.
Sementara itu, Persebaya Surabaya datang ke Samarinda dengan modal yang sebenarnya tidak buruk. Mereka tak pernah kalah dalam delapan pertandingan terakhir, meskipun banyak kehilangan poin karena terlalu sering bermain imbang.
Masalah Persebaya Surabaya bukan soal tak bisa menang, tapi soal efektivitas menyelesaikan laga. Delapan laga tanpa kekalahan memang impresif, tapi jika hasilnya tak maksimal, mereka bisa tertinggal dalam perebutan tiket Asia.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
11 Barang yang Secara Psikologi Jadi Pemborosan Orang Miskin tapi Tak Pernah Dibeli Orang Kaya
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Suasana di Dalam Tenda Glamping Tempat Satu Keluarga Tewas di Temanggung
Harga Pasaran 4 Pemain Lokal Ini Bikin Kaget! Meroket usai Bawa Persebaya Surabaya Finis Papan Atas
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Ramadhan Sananta, Mesin Gol Baru Era Bernardo Tavares
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
