
Kondisi bus pemain Persik Kediri dilempari oknum suporter (kiri) dan kondisi Coach Toyo yang terkena serpihan kaca. (akun X @tweetpersik)
JawaPos.com - Ketua Umum PP The Jakmania, Diky Soemarno ikut angkat bicara mengenai insiden pelemparan batu terhadap bus Persik Kediri yang diduga dilakukan oleh oknum pendukung Arema FC, Aremania. Dia yakin bahwa pelaku pelemparan itu bukan suporter sepak bola.
Insiden pelemparan batu terhadap bus Persik Kediri terjadi usai duel melawan Arema FC, Minggu (11/5) sore. Tepatnya ketika kendaraan yang membawa rombongan Macan Putih hendak meninggalkan Stadion Kanjuruhan.
Batu menghujani bus Persik yang diduga berasal dari oknum suporter tuan rumah. Mereka kecewa karena Macan Putih membuat Arema FC menelan kekalahan telak tiga gol tanpa balas di kandangnya sendiri.
Akibatnya, kaca bus Persik Kediri sebelah kiri pecah sehingga batu masuk ke dalam bus. Bahkan sampai ada korban luka, yakni pelatih Persik, Divaldo Alves dan asistennya Antonio Claudio.
Aremania Utas sebagai suporter telah menyampaikan permohonan maaf ke Persik. Mereka juga meminta pihak kepolisian mengusut tuntas kejadian ini dan membuktikan siapa identitas pelaku pelemparan.
The Jakmania sebagai sahabat Aremania Utas, buka suara. Diky Soemarno selaku Ketua Umum Jakmania menyampaikan apresiasinya karena sudah bisa menjaga pertandingan Arema vs Persik berjalan lancar selama 90 menit.
"Menurut saya, saya pertama mengapresiasi Aremania Utas. Sebuah organisasi, sebuah presidium Aremania Utas yang sudah bekerja keras untuk menjaga pertandingan itu. Pertandingan Arema lawan Persik Kediri itu bukan pertandingan yang mudah," ucap Diky Soemarno.
"Karena memang secara historikal beberapa sebelumnya ada kejadian-kejadian kecil kan ketika Arema main di Blitar dan segala macem. Tapi yang jelas pertandingan itu berjalan dengan lancar, itu bagi saya itu sebuah apresiasi yang luar biasa. Apalagi hasilnya Arema kalah di situ 3-0 lawan Persik Kediri," tanbahnya.
Terkait kejadian pelemparan batu, Diky mengingatkan bahwa insiden terjadi di ring empat alias luar Stadion Kanjuruhan.
Sehingga pelemparan batu bisa dilakukan oleh siapapun, baik oknum suporter Aremania maupun orang lain.
Diky pun enggan menyebut bahwa pelaku itu suporter atau bukan. Satu yang akan dan tengah dilakukan Jakmania saat ini adalah menguatkan saudaranya Aremania Utas dan juga meminta Persik Kediri untuk bersabar menunggu hasil investigasi dari pihak yang berwenang.
Namun Diky yakin bahwa pelaku pelemparan bukan lah suporter sepak bola. Menurutnya, orang yang melakukan itu berarti memang tidak ingin sepak bola baik-baik saja.
"Kejadian itu berada di ring 4, berada di luar, di mana siapapun bisa melakukan itu. Jadi saya tidak berani bilang apakah dia itu Aremania atau bukan, atau provokator atau bukan. Tapi yang jelas, orang yang melakukan itu adalah orang yang tidak ingin sepak bola Indonesia baik-baik saja. Karena jelas itu sebuah kesalahan," jelasnya.
"Tapi sebagai suporter, apa yang bisa kita lakukan? Kita hanya bisa, saya sebagai saudaranya Aremania, bisa menguatkan Aremania. Sebagai saudaranya Persik Kediri, ya hanya membuat teman-teman ke diri agar bersabar, menunggu proses hukum, kawal bareng-bareng, seperti itu. Karena, balik lagi, Yang namanya suporter itu pasti nggak mau sepak bolanya tidak baik baik saja gitu loh. Jadi orang yang melempar itu udah pasti bukan suporter," pungkas Diky.

Prediksi Skor Korea Selatan vs Republik Ceko di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Bisa Pecahkan Rekor
Kronologi Beckham Putra Nyaris Bersitegang dengan Penonton usai Laga Indonesia vs Mozambik
Prediksi Skor Meksiko vs Afrika Selatan Grup A Piala Dunia 2026: El Tri Diunggulkan Menang di Laga Pembuka!
Timnas Afrika Selatan di Piala Dunia 2026: Daftar Lengkap Skuad, Statistik, dan Jadwal Pertandingan
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
8 Pertanyaan Pribadi yang Tidak Boleh Ditanyakan Pada Orang Lain, Tidak Peduli Seberapa Baik Mereka Mengenal Seseorang Menurut Psikolog
Harga BBM Pertamina Terbaru: Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
Resmi! 9 Pemain Persebaya Surabaya Hengkang, Era Baru Bernardo Tavares Dimulai dengan Cuci Gudang
