
Kondisi bus pemain Persik Kediri dilempari oknum suporter (kiri) dan kondisi Coach Toyo yang terkena serpihan kaca. (akun X @tweetpersik)
JawaPos.com - Arema FC meluapkan kekecewaannya atas insiden pelemparan batu terhadap bus Persik Kediri. Manajemen mengisyaratkan kapok dan mempertimbangkan untuk tak lagi menggunakan Stadion Kanjuruhan sebagai kandang hingga akhir musim Liga 1 Indonesia 2024/2025.
Bus Persik Kediri menjadi sasaran dan korban pelemparan batu usai menghadapi Arema FC. Aksi itu diduga dilakukan oleh oknum suporter tuan rumah, karena tak terima dengan kekalahan yang diterima Singo Edan dari Macan Putih pada Minggu (11/5).
Batu yang dilempar ke bus Persik mengakibatkan kaca jadi pecah. Insiden itu pun memakan korban, di mana ada dua orang yang terluka. Yakni pelatih Persik, Divaldo Alves dan asistennya Antonio Claudio.
Insiden pelemparan batu ini menuai sorotan. Sebab, ini merupakan pertandingan perdana yang digelar di Stadion Kanjuruhan, sejak adanya Tragedi Kanjuruhan pada 1 Oktober 2022. Namun akhirnya justru berakhir buruk lagi karena insiden pelemparan batu oleh suporter tuan rumah.
General Manager (GM) Arema FC, Yusrinal Fitriandi, menyampaikan kekecewaan mendalam atas insiden pelemparan bus tim Persik Kediri usai pertandingan Liga 1 Indonesia 2024/2025 di Stadion Kanjuruhan.
Yusrinal juga menyoroti berbagai aspek penyelenggaraan pertandingan. "Kita kecewa dengan beberapa stakeholders pertandingan kemarin," katanya dalam keterangan resmi klub, Senin (12/5).
"Tiga tahun kami berusaha mempertahankan eksistensi klub. Bersungguh-sungguh untuk kembali ke rumah sendiri. Sementara itu banyak pihak tiada henti mencaci maki klub," tambahnya.
Di satu sisi, kata Yusrinal, manajemen Arema FC berusaha keras untuk bertahan dan tabah menghadapi masalah yang ada dan klub mengalami masa sulit dengan keterbatasan dana. Sebab tidak ada pemasukan lantaran harus terusir.
Tapi setelah manajemen mengupayakan agar Arema FC bisa bermain di Stadion Kanjuruhan lagi, justru muncul insiden memalukan berupa pelemparan batu terhadap bus tim tamu. Yusrinal pun menyebut manajemen Singo Edan mempertimbangkan untuk tidak bermain di Stadion Kanjuruhan dalam waktu dekat.
"Rasanya hanya cukup sisa tenaga, semangat dan niat tulus mempertahankan klub ini. Kami terasa sudah berdarah darah, sekuat daya dan upaya kami lakukan, namun hasilnya seakan-akan kita tidak dihormati di sini." tegas Yusrinal.
Inal, sapaan akrab Yusrinal, juga menyinggung hilangnya dukungan suporter selama tiga tahun terakhir dan ekspektasi tinggi yang diterima tim saat kembali bermain di Malang.
"Kami mengingatkan suporter itu pendukung, tiga tahun mereka tidak dapat memberi dukungan ke Arema FC, begitu kita pulang, alih-alih dukungan yang didapat tapi justru tuntutan kesempurnaan yang berlebihan harus dituruti," imbuhnya.

Daftar Pemain Timnas Argentina dan Aljazair di Grup J Piala Dunia 2026
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Daftar Pemain Inggris dan Kroasia di Grup L Piala Dunia 2026
7 Weton Tulang Wangi Darah Manis yang Disukai Mahluk Halus Menurut Primbon Jawa, Weton Anda Termasuk?
Daftar Pemain Spanyol dan Tanjung Verde di Piala Dunia 2026
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Surat Pernyataan Manajer Kopdes Merah Putih Bocor di Medsos, Undur Diri Kena Denda Rp 100 Juta?
Prediksi Skor Iran vs Selandia Baru di Piala Dunia 2026: Team Melli Diterpa Gejolak Geopolitik Tapi Punya Kans Menang
Prediksi Skor Arab Saudi vs Uruguay di Piala Dunia 2026: La Celeste Dijagokan Menang!
