Semen Padang ungguli Persebaya Surabaya di babak pertama pekan ke-32 Liga 1 Indonesia 2024/2025. (Dok. Persebaya)
JawaPos.com - Persebaya Surabaya masih bersaing di papan atas Liga 1 Indonesia 2024/2025. Namun, pencapaian itu agak disayangkan, karena Green Force sebenarnya berpeluang besar mengakhiri kompetisi sebagai kampiun.
Bagaimana tidak, hingga menjelang berakhirnya putaran pertama, Persebaya masih memimpin klasemen sementara kala itu. Meski kebanyakan hasil kemenangannya berakhir dengan skor tipis dan minim gol, Green Force relatif konsisten.
Petaka datang pada akhir Desember 2024 hingga awal tahun ini. Persebaya mengalami kekalahan beruntun dan puasa kemenangan. Alhasil, Persib yang malah meningkat performanya, berhasil mengambil alih puncak klasemen.
Meski sempat membaik, namun hal itu sudah terlambat, karena ketika tim asuhan Paul Munster sesekali gagal menang, Maung Bandung konsisten meraih tiga poin hingga berujung meraih gelar Liga 1.
Jika ditelaah, ada sejumlah faktor yang membuat Persebaya gagal meraih juara Liga 1 musim ini, antara lain sebagai berikut.
1. Finishing Buruk
Persebaya mencatatkan gol yang minim musim ini. Jika dibandingkan dengan dua pesaingnya saat memperebutkan juara, yaitu Persib dan Dewa United, Green Force menjadi tim dengan produktivitas gol rendah.
Hingga pekan 32, Persebaya hanya mencetak 39 gol. Sedangkan Persib Bandung mencetak 55 gol dan Dewa United mencatatkan 60 gol.
Padahal, menurut catatan Liga Indonesia Baru, Green Force melepaskan 159 tendangan ke gawang sejauh ini. Jika finishing para pemain Persebaya efektif, seharusnya perolehan gol mereka bisa menyamai Dewa United maupun Persib.
2. Blunder
Salah satu hal yang menjadi perhatian Paul Munster adalah timnya beberapa kali melakukan kesalahan atau blunder yang menyebabkan kebobolan.
Seperti beberapa waktu lalu saat menghadapi PSIS Semarang, Persija Jakarta, dan juga Arema FC. Paling fatal adalah saat Macan Kemayoran membobol gawang Ernando Ari karena kiper Timnas Indonesia itu terlalu jauh meninggalkan sarangnya.
Lalu, saat menghadapi Arema, Nando gagal menghalau tendangan sudut dan membuat gawangnya tidak terjaga dengan baik. Singo Edan pun mencetak gol.
"Kecewa juga dengan kebobolan lewat situasi tendangan sudut. Hampir sama situasinya dengan saat menghadapi PSIS, Ernando Ari kehilangan bola dan mereka mampu mencetak gol," tutur Munster pasca lawan Arema seperti dikutip dari akun YouTube resmi Persebaya.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Profil Irjen Pipit Rismanto, Pati Polri yang Diungkap IPW Diduga Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Korupsi Pertambangan
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Resmi! Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty, Peluang Podium Moto3 Hungaria 2026 Terancam?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Isu Reshuffle Kabinet Sempat Mencuat, Siapa Saja Menteri Berpotensi Diganti oleh Presiden Prabowo?
