Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 12 Mei 2025 | 21.13 WIB

Terungkap 5 Faktor Kegagalan Persebaya Meraih Gelar Liga 1 Musim Ini, Salah Satunya Finishing Buruk!

Semen Padang ungguli Persebaya Surabaya di babak pertama pekan ke-32 Liga 1 Indonesia 2024/2025. (Dok. Persebaya)

 

JawaPos.com - Persebaya Surabaya masih bersaing di papan atas Liga 1 Indonesia 2024/2025. Namun, pencapaian itu agak disayangkan, karena Green Force sebenarnya berpeluang besar mengakhiri kompetisi sebagai kampiun.

Bagaimana tidak, hingga menjelang berakhirnya putaran pertama, Persebaya masih memimpin klasemen sementara kala itu. Meski kebanyakan hasil kemenangannya berakhir dengan skor tipis dan minim gol, Green Force relatif konsisten.

Petaka datang pada akhir Desember 2024 hingga awal tahun ini. Persebaya mengalami kekalahan beruntun dan puasa kemenangan. Alhasil, Persib yang malah meningkat performanya, berhasil mengambil alih puncak klasemen.

Meski sempat membaik, namun hal itu sudah terlambat, karena ketika tim asuhan Paul Munster sesekali gagal menang, Maung Bandung konsisten meraih tiga poin hingga berujung meraih gelar Liga 1.

Jika ditelaah, ada sejumlah faktor yang membuat Persebaya gagal meraih juara Liga 1 musim ini, antara lain sebagai berikut.

1. Finishing Buruk

Persebaya mencatatkan gol yang minim musim ini. Jika dibandingkan dengan dua pesaingnya saat memperebutkan juara, yaitu Persib dan Dewa United, Green Force menjadi tim dengan produktivitas gol rendah.

Hingga pekan 32, Persebaya hanya mencetak 39 gol. Sedangkan Persib Bandung mencetak 55 gol dan Dewa United mencatatkan 60 gol.

Padahal, menurut catatan Liga Indonesia Baru, Green Force melepaskan 159 tendangan ke gawang sejauh ini. Jika finishing para pemain Persebaya efektif, seharusnya perolehan gol mereka bisa menyamai Dewa United maupun Persib. 

2. Blunder

Salah satu hal yang menjadi perhatian Paul Munster adalah timnya beberapa kali melakukan kesalahan atau blunder yang menyebabkan kebobolan.

Seperti beberapa waktu lalu saat menghadapi PSIS Semarang, Persija Jakarta, dan juga Arema FC. Paling fatal adalah saat Macan Kemayoran membobol gawang Ernando Ari karena kiper Timnas Indonesia itu terlalu jauh meninggalkan sarangnya.

Lalu, saat menghadapi Arema, Nando gagal menghalau tendangan sudut dan membuat gawangnya tidak terjaga dengan baik. Singo Edan pun mencetak gol.

"Kecewa juga dengan kebobolan lewat situasi tendangan sudut. Hampir sama situasinya dengan saat menghadapi PSIS, Ernando Ari kehilangan bola dan mereka mampu mencetak gol," tutur Munster pasca lawan Arema seperti dikutip dari akun YouTube resmi Persebaya.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore