Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 12 Mei 2025 | 00.55 WIB

Eks Persebaya Surabaya Ze Valente Dipukul Kapten Arema FC, Bawa Persik Kediri Unggul di Kanjuruhan Malang dan Cetak Assist Rabona

Selebrasi Ze Valente usai merobek gawang Persebaya Surabaya di Liga 1. - Image

Selebrasi Ze Valente usai merobek gawang Persebaya Surabaya di Liga 1.

JawaPos.com - Ze Valente tampil gemilang saat membawa Persik Kediri menghancurkan tuan rumah Arema FC dalam laga lanjutan Liga 1 2024/2025, Minggu (11/5). Bukan hanya berkontribusi pada kemenangan telak timnya, pemain asal Portugal ini juga menjadi sorotan karena terlibat insiden dengan kapten Arema yang berujung kartu merah.

Kembalinya laga ke Stadion Kanjuruhan setelah tragedi Oktober 2022 seharusnya menjadi momen spesial bagi skuad Singo Edan. Namun, justru mantan pemain Persebaya Surabaya yang mencuri panggung di kandang rival abadinya tersebut.

Ze Valente memamerkan skill individu yang mencengangkan saat memberikan assist untuk gol pembuka Persik pada menit ke-25. Gelandang kreatif Portugal itu melakukan gerakan apik memasuki kotak penalti Arema sebelum melepaskan umpan rabona—teknik mengumpan dengan kaki menyilang di belakang kaki tumpu—yang memanjakan Vava Mario Yagalo untuk menjebol gawang Lucas Frigeri.

Tidak berhenti sampai di situ, pemain yang sempat menjadi idola Bonek ini juga mencetak gol indah pada menit ke-83. Setelah tendangannya pertama mengenai tiang gawang, dengan sigap Ze Valente menyambut bola rebound dan membobol gawang Arema untuk kedua kalinya, menambah penderitaan tuan rumah.

Dipukul Kapten Arema FC Johan Ahmat Alfarizie

Penampilan impresif Ze Valente bukan tanpa drama. Pada menit ke-63, gelandang Persik ini terlibat insiden dengan kapten Arema FC, Johan Ahmat Alfarizie. Dalam sebuah momen panas, bek Arema itu terlihat melayangkan kepalan tangan ke arah kepala mantan pemain Persebaya tersebut.

Wasit yang awalnya tidak melihat insiden tersebut, kemudian meninjau kejadian melalui VAR dan langsung memberikan kartu merah kepada Alfarizie. Insiden ini makin memperburuk situasi Arema yang saat itu sudah tertinggal satu gol.

"Ze Valente seperti menghadapi dendam lama antara Arema dan Persebaya. Meskipun sekarang ia membela Persik, statusnya sebagai eks pemain Bajul Ijo mungkin masih membekas di ingatan pemain-pemain Arema," tulis akun @BonekMania27 di platform X.

Bermain dengan 10 orang, Arema semakin kesulitan membendung serangan Persik yang dipimpin oleh Ze Valente. Situasi ini dimanfaatkan dengan baik oleh Macan Putih untuk menambah keunggulan lewat gol Ramiro Fergonzi pada menit ke-72, sebelum akhirnya Ze Valente menutup pesta dengan gol ketiganya.

Strategi Jitu Persik dan Kegagalan Arema

Kehadiran Ze Valente di lini tengah Persik memberikan dimensi berbeda pada permainan tim besutan pelatih Divaldo Alves. Mantan pemain Persebaya ini berhasil menjadi motor serangan sekaligus pemutus serangan lawan dengan permainan cerdiknya.

Sejak awal pertandingan, Arema FC sebenarnya langsung menunjukkan intensitas serangan tinggi. Namun, agresivitas tuan rumah tak bertahan lama. Saat Singo Edan kehilangan momentum, Ze Valente dan rekan-rekannya perlahan mengambil alih permainan.

"Ze Valente tahu persis bagaimana bermain di hadapan suporter yang berseberangan dengan mantan klubnya. Pengalamannya sebagai eks Persebaya membuat mentalnya kuat menghadapi tekanan di Kanjuruhan," komentar akun @GreenForce_Sby di media sosial yang ramai mendukung mantan pemain kesayangan mereka.

Meski Arema mendominasi penguasaan bola dengan persentase 58 berbanding 42, mereka gagal mengonversinya menjadi gol. Dalberto, Salim Tuharea, M Rafli, Dedik Setiawan, hingga Arkhan Fikri tak bisa menembus benteng pertahanan Persik yang solid.

Pelatih Arema, Ze Gomes, mencoba mengubah situasi dengan memasukkan Dendi Santoso, Charles Lokolingoy, dan Samuel Balinsa pada babak kedua. Namun, upaya itu justru berantakan setelah kapten mereka diusir keluar lapangan akibat insiden dengan Ze Valente.

Pengamanan Ketat di Kanjuruhan

Laga yang melibatkan Ze Valente dan kawan-kawan ini dikawal dengan pengamanan super ketat. Tidak kurang dari 2.113 personel gabungan diterjunkan untuk menjaga keamanan pertandingan di stadion yang pernah menjadi lokasi tragedi pada Oktober 2022 lalu.

Pengamanan berlapis dilakukan oleh Polres Malang bersama TNI, Brimob, Polda Jatim, hingga unsur pemerintahan daerah. Petugas ditempatkan di empat ring pengamanan untuk memastikan situasi tetap kondusif sebelum, selama, dan sesudah pertandingan.

Editor: Hendra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore