PSIS Semarang di ambang pintu degradasi Liga 1 Indonesia 2024/2025. (Media PSIS)
JawaPos.com — PSIS Semarang kembali menelan pil pahit usai dipermalukan Borneo FC di Stadion Jatidiri, Semarang, Jumat (25/4). Dalam laga pekan lanjutan Liga 1 Indonesia 2024/2025 tersebut, Mahesa Jenar kalah telak 2-5 di depan publik sendiri.
Kekalahan ini makin memperparah tren negatif PSIS yang kini sudah 10 laga berturut-turut tanpa kemenangan. Situasi ini menjadikan musim 2024/2025 sebagai periode terburuk klub sejak promosi ke Liga 1 pada 2018.
Dalam 16 pertandingan terakhir, PSIS hanya mampu meraih satu kemenangan. Sisanya, mereka menelan 10 kekalahan dan hanya mencatat lima hasil imbang.
Hasil ini membuat posisi PSIS semakin terjepit di papan bawah klasemen sementara. Dengan hanya empat laga tersisa, peluang bertahan di Liga 1 makin menipis.
Total, PSIS baru mengoleksi 25 poin dan masih tertahan di peringkat ke-16 klasemen. Mereka gagal memperkecil jarak poin dengan tim-tim pesaing di atasnya seperti Persis Solo, Barito Putera, dan Madura United.
Secara keseluruhan, penampilan PSIS terlihat pincang sepanjang musim ini. Dugaan utama dari anjloknya performa adalah krisis finansial yang melanda klub.
Sejumlah pemain kunci memilih hengkang karena ketidakjelasan kondisi keuangan. Hal ini tentu berdampak besar terhadap kekuatan tim di atas lapangan.
Saat menjamu Borneo FC, PSIS tampil di bawah tekanan sejak awal pertandingan. Mereka bahkan kebobolan empat gol hanya dalam 45 menit babak pertama.
Gol-gol dari Mariano Peralta (9’), Berguinho (19’), Ronaldo Rodrigues (40’), dan Habibie Jusuf (47’) membuat PSIS seolah tak berdaya.
Ketertinggalan 0-4 di babak pertama menjadi pukulan mental yang berat bagi skuad asuhan Gilbert Agius.
Pelatih PSIS, Gilbert Agius, mengaku sangat kecewa dengan penampilan anak asuhnya terutama di babak pertama. Ia menyebut laga ini sejatinya sangat penting, namun tim gagal bermain sebagaimana mestinya.
Gilbert mengatakan dirinya dan staf pelatih sudah berusaha membangkitkan mental pemain di ruang ganti. Hasilnya terlihat di babak kedua, di mana PSIS tampil lebih lepas dan berani menekan.
Dua gol balasan berhasil dicetak lewat aksi Sandi Ferizal di menit ke-54 dan Joao Ferrari pada menit ke-66. Namun itu tak cukup membalikkan keadaan karena Borneo FC kembali menambah satu gol lewat Mariano Peralta di injury time.
Skor akhir 2-5 menjadi kenyataan pahit yang harus diterima oleh seluruh elemen tim PSIS. Gilbert menegaskan timnya bertanggung jawab atas hasil buruk di babak pertama.

Prediksi Susunan Pemain Timnas Portugal vs RD Kongo: Vitinha Incar Gol Pertamanya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
7 Weton Tulang Wangi Darah Manis yang Disukai Mahluk Halus Menurut Primbon Jawa, Weton Anda Termasuk?
Daftar Pemain Ghana dan Panama di Grup L Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Austria vs Yordania di Piala Dunia 2026: Debut Bersejarah Wakil Asia Terancam di Laga Pertama
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Timnas Portugal vs RD Kongo, Duel Pembuka Grup K Piala Dunia 2026 yang Sarat Ambisi
Surat Pernyataan Manajer Kopdes Merah Putih Bocor di Medsos, Undur Diri Kena Denda Rp 100 Juta?
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
