Slavko Damjanovic dalam momen sebelum kartu merah di laga Persebaya Surabaya vs Madura United. (Instagram @forumwasitindonesia_)
JawaPos.com — Laga panas tersaji di Stadion Gelora Bung Tomo saat Persebaya Surabaya menjamu Madura United pada pekan ke-29 Liga 1 Indonesia 2024/2025, Minggu (20/4/2025).
Pertandingan ini tak hanya menghadirkan tensi tinggi di lapangan, tapi juga memicu perdebatan sengit di luar lapangan terkait kartu merah bek asing Persebaya Surabaya, Slavko Damjanovic.
Bek asal Montenegro itu diganjar kartu merah langsung oleh wasit Ryan Nanda Saputra usai melakukan pelanggaran keras yang dinilai berpotensi mencederai lawan. Keputusan ini diambil wasit setelah melakukan On Field Review (OFR) melalui Video Assistant Referee (VAR).
Kendati bermain dengan 10 orang, Persebaya Surabaya tetap mampu meraih kemenangan berkat gol tunggal Flavio Silva. Kemenangan 1-0 ini memperpanjang catatan positif Green Force menjadi lima laga tanpa kekalahan.
Namun, kartu merah Damjanovic menjadi sorotan utama usai laga dan menyulut beragam pendapat dari suporter maupun pemerhati sepak bola nasional.
Beberapa menyebut wasit sudah tepat, sementara yang lain menganggap keputusan itu terlalu berat.
Akun Instagram @forumwasitindonesia_ ikut mengomentari insiden tersebut dengan memberikan penjelasan berdasarkan Laws of The Game.
Mereka menyebut tindakan Damjanovic masuk kategori perilaku kekerasan karena mendorong bagian leher lawan saat tidak sedang merebut bola.
“Jelas tindakan ini sangat berbahaya dengan niat menciderai lawan,” tulis akun tersebut. Mereka juga mengutip Pasal 12.3 tentang Tindakan Disiplin yang menyebut aksi mendorong atau memukul kepala/wajah lawan sebagai bentuk kekerasan yang berujung kartu merah.
Menurut mereka, wasit sudah mengambil keputusan tepat dengan mengeluarkan kartu merah langsung. Hal ini sesuai dengan aturan yang berlaku dan penting untuk menjaga keselamatan pemain di atas lapangan.
Meski begitu, pendapat suporter Liga 1 Indonesia terbelah melihat insiden tersebut. Sebagian mendukung wasit dan menyebut keputusan itu sebagai bentuk profesionalisme.
“Memang harus red card dan beruntung Persebaya menang,” komentar salah satu suporter di media sosial.
Komentar lain memuji kinerja perangkat pertandingan dengan berkata, “Alhamdulillah wasit makin ke sini semakin bagus.”
Namun, tak sedikit pula yang mempertanyakan konsistensi keputusan wasit di Liga 1. Beberapa suporter merasa ada tindakan serupa dari pemain lain di laga berbeda yang tidak mendapat sanksi serupa.

Prediksi Susunan Pemain Timnas Portugal vs RD Kongo: Vitinha Incar Gol Pertamanya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
7 Weton Tulang Wangi Darah Manis yang Disukai Mahluk Halus Menurut Primbon Jawa, Weton Anda Termasuk?
Daftar Pemain Ghana dan Panama di Grup L Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Austria vs Yordania di Piala Dunia 2026: Debut Bersejarah Wakil Asia Terancam di Laga Pertama
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Timnas Portugal vs RD Kongo, Duel Pembuka Grup K Piala Dunia 2026 yang Sarat Ambisi
Surat Pernyataan Manajer Kopdes Merah Putih Bocor di Medsos, Undur Diri Kena Denda Rp 100 Juta?
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
