Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 19 April 2025 | 13.33 WIB

Mertua Pratama Arhan Ingatkan Erick Thohir Soal Mafia di Liga 1, Justru Kena Ulti dari Eks Akademi Manchester United

Andre Rosiade ditagih eks Manchester United (dok. Instagram)

JawaPos.com - Politisi Partai Gerindra Andre Rosiade, yang juga dikenal sebagai mertua bek kiri Timnas Indonesia Pratama Arhan, melayangkan permintaan langsung kepada Ketua Umum PSSI, Erick Thohir. Ia meminta agar perangkat pertandingan, khususnya wasit, mendapat pengawasan ketat menjelang akhir musim BRI Liga 1 2024/2025.

Andre yang saat ini menjabat sebagai penasihat tim Semen Padang, menyampaikan keresahannya usai timnya menang 3-1 atas PSIS Semarang dalam laga penuh tensi di Stadion GOR Haji Agus Salim, Kamis (17/4). Meski berhasil meraih tiga poin penting, Semen Padang merasa dirugikan oleh keputusan wasit yang menganulir dua gol mereka.

Tiga gol yang sah dicetak oleh Firman Juliansyah pada menit ke-66, Muhammad Ridwan pada menit ke-71, dan Tin Martic di menit ke-90+8. Namun sebelumnya, wasit Nendi Rohaendi menganulir gol Bruno Gomes usai pemeriksaan VAR yang menunjukkan posisi offside di akhir babak pertama.

Tidak berhenti di situ, pada babak kedua, Cornelius Stewart sempat merobek gawang PSIS, tetapi kembali dianulir oleh wasit. Keputusan-keputusan tersebut membuat Andre angkat suara dan melontarkan kritik tajam.

"Pak Erick Thohir tolong wasit Liga 1 diawasi di akhir kompetisi," ujar Andre lewat unggahan di akun Instagram pribadinya.

"Jangan sampai karena diduga ingin menyelamatkan tim dari Jawa, kami yang dari Sumatera dirugikan dan dikorbankan," lanjutnya.

Diulti Eks Pemain Manchester United

Sayangnya, pernyataan Andre malah memancing reaksi keras dari Charlie Scott, eks pemain Semen Padang yang sempat memperkuat akademi Manchester United. Melalui komentar di media sosial, Scott menuntut Andre menyelesaikan masalah kompensasi gaji yang belum dibayar oleh klub.

"Saya dengan sabar menunggu Anda membayar utang Anda," tulis Charlie Scott di kolom komentar.

"Bagaimana bisa seseorang berteriak tentang mafia, padahal masih punya utang gaji kepada mantan pemain dan pemain aktif?" kritiknya tajam.

Pemain yang kini berusia 27 tahun itu menambahkan bahwa pihak klub telah melewati batas tenggat kompensasi yang disepakati. Ia menyebut Semen Padang seharusnya sudah membayar sebelum 31 Januari, dan ia memberikan batas akhir baru hingga 2 Juni.

"Klub sudah melewati batas waktu perjanjian kompensasi pada 31 Januari, tolong jangan lewatkan batas waktu kedua yang telah saya berikan kepada Anda pada 2 Juni," tegas Charlie.

Merespons komentar tersebut, Andre memberikan klarifikasi di kolom komentar unggahannya. Ia menyebut bahwa yang belum dibayar bukanlah gaji, melainkan kompensasi, dan menyamakan kondisi itu dengan situasi pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, yang juga sempat menerima cicilan kompensasi usai pemecatan.

"Yang belum dibayar itu kompensasi kan, memang ada jadwalnya, sama seperti STY yang dicicil kompensasinya karena dipecat," jelas Andre.

Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore