Mohammed Kallon saat masih bermain di Inter Milan bersama Christian Vieri. (Instagram @mohamed_kallon3)
JawaPos.com — Nama Kallon kembali menggema di kancah sepak bola Indonesia. Prince Patrick Kallon, pemain muda keturunan Sierra Leone dan Indonesia, baru saja mencatat debutnya di Liga 1.
Ia tampil pertama kali saat membela PSM Makassar dalam laga pekan ke-20 Liga 1 2021/2022. Dalam pertandingan melawan Persik Kediri, ia masuk menggantikan Rizky Pratama pada menit ke-66.
Nama Kallon tentu bukan hal baru di telinga pencinta sepak bola Tanah Air, apalagi bagi mereka yang mengikuti kompetisi era 90-an hingga awal 2000-an. Dua sosok yang lekat dalam ingatan adalah Mohamed Kallon dan Musa Kallon.
Prince Patrick merupakan anak dari Musa Kallon, eks pemain asing yang pernah memperkuat Persebaya Surabaya di Liga Indonesia musim 1998/1999. Ibunya adalah Maryana, seorang Warga Negara Indonesia asal Bali.
Selain sebagai anak Musa Kallon, Prince Patrick juga keponakan dari Mohamed Kallon, mantan striker top Inter Milan dan Timnas Sierra Leone. Darah sepak bola mengalir kuat dalam tubuh Prince Patrick.
Mohamed Kallon dikenal luas oleh penggemar Serie A, terutama fans Inter Milan era awal 2000-an. Ia bergabung dengan I Nerazzurri pada musim 2001-2002, saat klub tersebut dibanjiri pemain bintang di lini depan.
Kala itu, Inter sudah diperkuat Christian Vieri, Ronaldo Nazario, Adriano, hingga Alvaro Recoba. Namun, cedera panjang Ronaldo membuka peluang Mohamed Kallon menembus skuad utama.
Peluang itu dimaksimalkan dengan baik oleh Kallon. Ia mengakhiri musim sebagai top skor kedua Inter dengan torehan 9 gol dari 28 laga, hanya kalah dari Christian Vieri yang mencetak 22 gol.
Sayangnya, Inter gagal meraih scudetto karena disalip Juventus di pekan terakhir musim itu. Setelah tiga tahun berseragam Inter, Mohamed Kallon hengkang pada 2004 dan melanjutkan karier ke berbagai klub Eropa dan Asia.
Ia sempat memperkuat AS Monaco, AEK Athens, Al Shabab, hingga menutup karier profesionalnya di Liga Super China bersama Shaanxi Baorong Chanba. Kiprah Mohamed Kallon menjadi inspirasi bagi banyak pesepak bola Afrika.
Sementara itu, kakaknya Musa Kallon lebih dulu datang ke Indonesia dan menorehkan jejak di sepak bola lokal. Ia mulai bermain di Liga Indonesia sejak 1996 bersama PSM Makassar.
Setelah semusim bersama PSM, Musa sempat membela Persikota Tangerang. Kariernya mencapai puncak saat bergabung dengan Persebaya Surabaya pada Liga Indonesia musim 1998/1999.
Bersama Persebaya Surabaya, Musa Kallon berhasil mengantarkan tim ke partai final Liga Indonesia V. Sayangnya, Persebaya Surabaya harus puas menjadi runner-up usai kalah 0-1 dari PSIS Semarang lewat gol Tugiyo.
Musa lalu menetap di Indonesia dan membina keluarga di Tanah Air. Dari pernikahannya dengan Maryana, lahirlah Prince Patrick Kallon pada 3 Februari 2002 di Tabanan, Bali.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
12 Rekomendasi Mall Terbaik di Tangerang 2026: Destinasi Belanja, Kuliner & Lifestyle Favorit
Update Klasemen Usai MotoGP Catalunya 2026: Jorge Martin Gigit Jari, Bezzecchi Masih Tak Tersentuh
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Catalunya 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama Start P20
