Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 7 April 2025 | 04.59 WIB

Update Klasemen Liga 1: Madura United Keluar dari Zona Degradasi, Persija Jakarta Tersungkur Ditinggal Umroh Rizky Ridho

Laga Madura United vs Persija. (Dok. MU) - Image

Laga Madura United vs Persija. (Dok. MU)

JawaPos.com — Kompetisi Liga 1 Indonesia kembali memanas usai libur Lebaran dengan laga tunda yang mempertemukan Madura United dan Persija Jakarta. Pertandingan yang digelar di Stadion Gelora Bangkalan pada Minggu malam (6/4/2025) itu menjadi momen krusial bagi kedua tim.

Bagi Madura United, laga ini menjadi ujian sekaligus pemanasan penting jelang semifinal AFC Challenge League. Mereka dijadwalkan menghadapi Svay Rieng dalam dua pekan ke depan dan butuh kemenangan sebagai modal kepercayaan diri.

Tim berjuluk Laskar Sape Kerrab menjawab tantangan itu dengan kemenangan tipis namun penting atas Persija. Gol semata wayang Miljan Skrbic dari titik penalti cukup untuk mengamankan tiga poin.

Sementara Persija Jakarta justru harus menanggung hasil pahit di tengah kondisi tim yang tidak ideal. Mereka datang ke Bangkalan tanpa beberapa pemain kunci, termasuk bek andalan Rizky Ridho yang sedang menjalani ibadah umroh. Absennya Rizky Ridho menjadi sorotan tajam karena membuat lini belakang Persija semakin rapuh.

Ditambah lagi, dua pemain asing mereka, Gustavo Almeida dan Maciej Gajos, juga tidak bisa bermain akibat kartu merah di pekan sebelumnya. Manajer Persija, Bambang Pamungkas, menjelaskan Ridho sudah mengatur jadwal umroh jauh-jauh hari. Namun perubahan jadwal dari operator liga membuatnya tak bisa tampil di laga krusial ini.

“Sejak awal Ridho memang memiliki kesepakatan dengan manajemen untuk menjalankan umroh,” ujar Bambang di laman resmi klub. Ia juga menyebut kegiatan itu sebenarnya tidak berbenturan dengan jadwal awal, tapi situasi berubah.

Perubahan jadwal membuat Persija harus bertanding tanpa bek timnas Indonesia tersebut. Padahal kehadirannya bisa jadi pembeda untuk meredam lini depan Madura United yang tengah on fire.

Di atas lapangan, Madura United dan Persija memulai laga dengan hati-hati. Kedua tim masih beradaptasi dengan intensitas kompetisi usai jeda panjang Ramadan dan libur internasional. Namun petaka untuk Persija datang pada menit ke-38 setelah Muhammad Ferarri menjatuhkan Koko Ari Araya di kotak penalti.

Wasit sempat melakukan tinjauan panjang lewat VAR sebelum akhirnya memberikan kartu merah langsung untuk Ferarri. Keputusan wasit langsung mengubah arah pertandingan secara drastis. Dengan 10 pemain, Persija harus berjuang ekstra keras di sisa waktu.

Miljan Skrbic yang ditunjuk sebagai algojo mengeksekusi penalti dengan tenang. Ia berhasil mengecoh kiper Carlos Eduardo dan membawa Madura unggul 1-0. Skor tersebut bertahan hingga babak pertama usai. Persija berusaha membalas di babak kedua meski harus bermain dengan kekurangan jumlah pemain.

Sayangnya, segala upaya Macan Kemayoran selalu mentok di penyelesaian akhir yang terburu-buru. Tidak adanya sosok target man seperti Gustavo Almeida membuat serangan mereka tumpul. Madura United pun tak terburu-buru dalam memburu gol kedua. Mereka fokus menjaga penguasaan bola dan sesekali mencoba menyerang lewat sayap.

Pelatih Madura United patut diapresiasi karena bisa memanfaatkan kondisi lawan yang tidak lengkap. Taktik yang ia terapkan terbukti efektif untuk mengunci kemenangan. Kemenangan ini mengangkat posisi Madura United ke peringkat 14 klasemen sementara Liga 1 dengan koleksi 27 poin. Mereka untuk sementara aman dari zona degradasi dan bisa fokus menghadapi laga-laga penting di level Asia.

Kemenangan ini juga menjadi angin segar bagi para pemain Madura United jelang menghadapi semifinal AFC Challenge League. Mereka memiliki waktu cukup untuk pemulihan dan perencanaan taktik menghadapi wakil Kamboja, Svay Rieng.

Sementara itu, kekalahan membuat Persija Jakarta makin tertekan dalam perburuan posisi tiga besar. Mereka masih bertahan di peringkat empat dengan 43 poin, namun posisinya terancam. Malut United yang ada di peringkat kelima kini memiliki poin yang sama dengan Persija. Tekanan semakin besar karena Arema FC dan Borneo FC juga mulai mendekat di belakang.

Absennya Rizky Ridho menjadi simbol lemahnya koordinasi antara manajemen klub dan operator liga. Situasi ini kembali menyorot pentingnya sinkronisasi jadwal agar tidak merugikan klub maupun pemain. Persija juga harus mengevaluasi kedalaman skuad mereka. Bermain tanpa tiga pemain inti membuat kualitas permainan mereka jauh menurun.

Editor: Hendra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore