
Indonesia akan menghadapi Korea Selatan pada Piala Asia U-17 malam ini. (PSSI)
JawaPos.com-Ambisi Tim Indonesia U-17 untuk bisa berlaga di Piala Dunia U-17 2025 dimulai dengan jalan sangat terjal. Skuad Garuda Muda harus menghadapi Korea Selatan U-17 di laga perdana grup C Piala Asia U-17 2025 di Stadion Prince Abdullah Al Faisal, Jeddah, malam nanti (live RCTI Pukul 22.00 WIB).
Sebagaimana diketahui, untuk bisa berlaga di Piala Dunia U-17 2025, setiap tim minimal harus menempati peringkat kedua di fase grup Piala Asia U-17 2025. Selain Korea Selatan, grup C diisi oleh Afghanistan dan Yaman.
Korea adalah tim tangguh yang pernah dua kali menjadi juara. Yaitu edisi 1986 dan 2002. Selain itu, Korea juga pernah tiga kali menjadi runner-up. Yaitu pada 2008, 2014, dan 2023. Sedangkan, prestasi terbaik Indonesia terjadi pada edisi 1990 ketika mampu meraih posisi keempat.
Pelatih tim Indonesia U-17 Nova Arianto menyatakan, tim sudah fokus dengan apa yang akan dilakukan menghadapi Korea Selatan. Baik dalam bertahan maupun menyerang. "Kami ingin para pemain semakin memahami peran dan tugas mereka di pertandingan nanti," ucap Nova dalam keterangannya, kemarin.
Meski kehilangan Tristan Raisa akibat cedera, Nova menegaskan bahwa Garuda Muda siap dengan pemain yang ada. Pemain pengganti telah dipersiapkan. Juru taktik yang ketika menjadi pemain berposiai sebagai bek itu mengakui Korea Selatan adalah lawan terberat di grup ini. Namun, dirinya melihat pemain cukup siap secara mental, taktik, dan strategi.
"Harapannya, di pertandingan pertama nanti, mereka (para pemain) bisa tampil maksimal," tegasnya. Nova tetap percaya diri untuk melawan Korea. "Saya harap menghadapi laga pertama, pemain dapat bermain maksimal," ucap eks asisten Shin Tae-yong itu.
Penggawa timnas M. Zahaby Gholy menegaskan, tim sudah dipersiapkan matang untuk menuju Piala Dunia. "Jadi kami semua elemen tim sudah siap untuk Piala Asia," paparnya.
Sementara itu, pelatih Korea Selatan U-17 Back Gee Tae mengatakan timnya mewaspadai Indonesia yang disebutnya sebagai tim kuat Asia Tenggara. Selain itu, berdasar pantauannya, pemain Indonesia memiliki kecepatan dan teknik individu yang mumpuni.
Oleh sebab itu, dia ingin tim bisa tampil sebaik mungkin untuk mengantisipasi kelebihan tim Indonesia U-17. Gee Tae juga menekankan bahwa timnya akan membawa filosofi permainan tersendiri saat melawan Indonesia.
Kapten tim U-17 Korea Selatan Koo Hyeon-bin menegaskan tak mau menganggap remeh Indonesia. Dia menilai setiap tim yang tampil adalah tim kuat. "Tidak ada tim yang lemah hanya karena ini Asia," ungkap pemain tim U-18 Incheon United itu.
Karenanya, dia menyebutkan tim harus tancap gas sejak awal. Apalagi, dia menilai gaya main dari pelatih Back Gee Tae menuntut permainan aktif untuk menyerang. "Para pemain memahami jenis sepak bola yang diinginkan pelatih," sebutnya. (*)

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
