Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 25 Maret 2025 | 06.15 WIB

Tiga Laga Ikonik Timnas Indonesia Lawan Bahrain, Ada Pembantaian Skuad Aji Santoso hingga Misi Balas Dendam di Era Patrick Kluivert

Winger Timnas Indonesia Malik Risaldi (kanan) saat melawan Bahrain dalam leg pertama kualifikasi Piala Dunia 2026 di Bahrain. (Dok. AFC)

JawaPos.com - Timnas Indonesia dan Bahrain telah beberapa kali berhadapan sebelum laga Kualifikasi Piala Dunia 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada Selasa (25/3) di Stadion Gelora Bung Karno. Dari delapan pertemuan yang tercatat, Indonesia mencatat dua kemenangan, tiga hasil imbang, dan tiga kekalahan. 

Pertandingan di Kualifikasi Piala Dunia 2026 ini menjadi peluang bagi Indonesia untuk membuat keadaan menjadi imbang, yakni 3 kemenangan, imbang dan kekalahan. Di pertemuan terakhir pada putaran pertama saat anak asuh Shin Tae-yong bertandang ke Stadion Nasional Bahrain, 10 Oktober 2024, Indonesia nyaris membawa pulang poin penuh sebelum keputusan kontroversial wasit Ahmed Alkaf membuyarkan harapan itu.

Berikut adalah tiga pertandingan paling ikonik di antara kedua tim:

1. Kemenangan Manis di Piala Asia 2007

Salah satu momen terbaik bagi Timnas Indonesia terjadi saat Piala Asia 2007. Bertanding di Stadion Gelora Bung Karno pada 10 Juli 2007, Indonesia meraih kemenangan 2-1 atas Bahrain.

Laga tersebut berlangsung sengit. Tim Garuda memimpin lebih dulu melalui gol Budi Sudarsono pada menit ke-14, namun Bahrain berhasil menyamakan kedudukan lewat Sayed Jalal di menit ke-27. Gol kemenangan Indonesia lahir dari aksi Bambang Pamungkas yang memanfaatkan bola rebound hasil tendangan Firman Utina yang membentur tiang gawang pada menit ke-64.

2. Kemenangan yang Buyar di Menit Akhir (2024)

Pada pertemuan pertama di Kualifikasi Piala Dunia 2026, Indonesia hampir meraih kemenangan atas Bahrain di Stadion Nasional Bahrain, Riffa, pada 10 Oktober 2024. Sayangnya, kemenangan yang sudah di depan mata sirna karena keputusan kontroversial.

Indonesia sempat tertinggal lebih dulu melalui gol tendangan bebas Mohamed Marhoon pada menit ke-15. Namun, skuad Garuda bangkit berkat gol Ragnar Oratmangoen pada menit ke-45+3 dan Rafael Struick pada menit ke-73, membalikkan keadaan menjadi 2-1.

Saat kemenangan tampak pasti, Bahrain berhasil menyamakan kedudukan melalui gol kedua Marhoon pada menit ke-90+9. Keputusan wasit asal Oman, Ahmed Al-Kaf, yang memberikan perpanjangan waktu panjang menjadi sorotan. Pelatih Shin Tae-yong pun melayangkan kritik keras terhadap kepemimpinan wasit dan meminta peningkatan kualitas wasit di Asia. PSSI juga dikabarkan akan mengajukan protes resmi ke FIFA.

3. Kekalahan Tragis 0-10 di Kualifikasi Piala Dunia 2014

Salah satu laga yang paling dikenang dengan rasa pahit adalah kekalahan telak Indonesia dari Bahrain di Kualifikasi Piala Dunia 2014. Bertanding di Manama pada 29 Februari 2012, anak asuh Aji Santoso kalah dengan skor mencolok 0-10.

Konflik internal di PSSI saat itu berdampak besar pada timnas, yang tidak diperkuat oleh para pemain terbaik. Akibat adanya dualisme liga antara Indonesia Super League (ISL) dan Indonesia Premier League (IPL), hanya pemain dari IPL yang tampil di laga tersebut.

Laga langsung menjadi mimpi buruk bagi Indonesia saat kiper Syamsidar mendapatkan kartu merah pada menit ketiga. Bermain dengan 10 pemain membuat Indonesia sulit menghadapi serangan bertubi-tubi dari Bahrain. Ismail Abdullatif mencetak dua gol, begitu pula Mohammed Al Alawi dan Mahmood Abdulrahman. Sayed Saeed menjadi bintang dengan mencatatkan hattrick.

Editor: Hendra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore