Pemain Timnas Bahrain Ismail Abdullatif mengikuti latihan jelang pertandingan Kualifikasi Piala Dunia 2026 di Lapangan A, komplek GBK, Senayan, Minggu (23/3/2025). (Salman Toyibi/Jawa Pos)
JawaPos.com - Kepercayaan diri tinggi dimiliki oleh penyerang Bahrain, Ismail Abdullatif jelang melawan Timnas Indonesia. Striker gaek berusia 38 tahun itu tak merasa takut dan khawatir meski tiket laga sudah ludes terjual dan Stadion Utama Gelora Bung Karno diprediksi full house oleh suporter Garuda.
Bahrain akan menantang Timnas Indonesia pada matchday delapan grup C putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Duel krusial ini rencananya berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta pada Selasa (25/3) malam sekitar pukul 20.45 WIB.
Ini menjadi pertemuan kedua untuk kedua tim di putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Sebelumnya Bahrain dan Timnas Indonesia sudah bentrok di Riffa pada Oktober 2024 lalu, di mana skor berakhir 2-2.
Bahrain pada laga itu bisa dibilang beruntung karena mereka selamat dari kekalahan berkat gol telat Mohamed Mahroon saat injury time, bahkan melebihi batas waktu yang diberikan.
Hasil itu pun sulit diterima oleh Timnas Indonesia dan penggemarnya. Bahrain diserang dan dihujat habis-habisan karena dianggap dapat poin berkat bantuan dari pihak ketiga alias wasit.
Para penggemar Timnas Indonesia pun berjanji dengan melakukan seragam teror saat laga kedua, yang digelar di Jakarta pada 25 Maret nanti. Garuda Fans ingin memadati Stadion Utama GBK dan membuat Bahrain gentar.
Itu sudah dibuktikan oleh suporter Garuda dengan membeli seluruh tiket pertandingan Timnas Indonesia vs Bahrain yang dijual. Tiket pun ludes terjual dalam sekejap dan diprediksi laga tersebut bakal full house.
Apalagi, tim tamu Bahrain memilih untuk tak mengambil jatah 3.000 tiket yang disiapkan oleh tuan rumah. PSSI pun akhirnya menjual tiketnya lagi untuk Garuda Fans sehingga seluruh penonton yang hadir di Stadion Utama GBK dipastikan adalah suporter Timnas Indonesia.
Pun begitu, Ismail Abdullatif ternyata tak khawatir. Bomber Bahrain itu menanggapi santai perihal ludesnya tiket pertandingan yang dijual.
"Ya itu bagus (tiket terjual habis). Itu berarti kami akan menikmati pertandingan, insyaallah," kata Ismail Abdullatif ditemui di Lapangan ABC Senayan, Minggu (23/3) malam.
Menurut striker klub Al-Khalidiya ini, penuhnya stadion tak akan membuat Bahrain gentar, apalagi ciut. Sebaliknya, dia merasa banyaknya suporter akan membuat pertandingan terasa lebih menarik.
Bahkan, menurut top skorer Bahrain sepanjang masa tersebut, ramainya penonton hingga penuh justru bisa menjadi bumerang untuk tim tuan rumah alias Timnas Indonesia.
"Buat kami itu bukan tekanan. Para suporter membuat pertandingan menjadi indah. Jadi itu bukan tekanan bagi kami, tapi mungkin tekanan bagi Indonesia," ucap Ismail dengan penuh percaya diri.
Lebih lanjut Ismail Abdullatif menyatakan bahwa ia dan seluruh pemain Bahrain sudah siap untuk bertanding. Meski sulit, dia dengan tegas mengatakan bahwa mereka datang ke Jakarta untuk berjuang mati-matian demi mendapatkan poin.

Kronologi Beckham Putra Nyaris Bersitegang dengan Penonton usai Laga Indonesia vs Mozambik
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Shin Tae-yong Bajak Staf Persebaya Surabaya, Gerbong Eks Timnas Indonesia Bisa Diboyong ke Persija Jakarta
8 Pertanyaan Pribadi yang Tidak Boleh Ditanyakan Pada Orang Lain, Tidak Peduli Seberapa Baik Mereka Mengenal Seseorang Menurut Psikolog
Harga BBM Pertamina Terbaru: Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
Viral Investor MBG Ngamuk di Kantor BGN, APGI 3T Sebut Aksi Spontan Atas Potensi Kerugian Rp 1,8 Triliun
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Timnas Afrika Selatan di Piala Dunia 2026: Daftar Lengkap Skuad, Statistik, dan Jadwal Pertandingan
Resmi! 9 Pemain Persebaya Surabaya Hengkang, Era Baru Bernardo Tavares Dimulai dengan Cuci Gudang
