Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 20 Maret 2025 | 18.06 WIB

Jay Idzes: Naturalisasi atau Lokal, Semua Punya Misi yang Sama untuk Bawa Indonesia Lolos Piala Dunia

Jay Idzes, kapten Timnas Indonesia (Dok. YouTube PSSI TV)

JawaPas.com - Pelatih baru Timnas Indonesia, Patrick Kluivert, akan memulai debutnya sebagai pelatih kepala dalam kualifikasi Piala Dunia Asia. Ia akan memimpin tim menghadapi Australia di Allianz Stadium, Sydney pada Kamis (20/3).

Dilansir dari ESPN, Timnas Indonesia yang didominasi pemain diaspora berambisi mengamankan tiket ke Piala Dunia FIFA, kapten Jay Idzes menegaskan bahwa para pemain, baik yang lahir dan besar di Indonesia maupun yang dinaturalisasi, memiliki tujuan dan loyalitas yang sama.

Strategi perekrutan pemain ini menimbulkan perdebatan. Di satu sisi, kehadiran pemain kelahiran Eropa dengan darah Indonesia telah meningkatkan performa tim dan membuka peluang untuk tampil di Piala Dunia pertama sejak merdeka.

Namun, ada kekhawatiran bahwa ketergantungan pada pemain yang dikembangkan di luar negeri bisa menghambat perkembangan pemain muda dalam negeri. Pendapat ini juga diungkapkan oleh Sergio van Dijk, salah satu pemain pertama yang menempuh jalur naturalisasi.

Jay Idzes, yang lahir di Belanda, memilih membela negara asal neneknya pada akhir 2023 dan debut pada Maret berikutnya. Kini, sebagai kapten Tim Garuda, ia menegaskan bahwa yang terpenting bukan dimana pemain lahir, tetapi kemauan mereka untuk "berjuang" dan menjalankan "tugas" bagi timnas.

"Saya pikir federasi (PSSI) telah melakukan pekerjaan yang luar biasa dalam menarik pemain baru untuk membela Indonesia, keluarga mereka, dan negara mereka," ujar Idzes dalam sesi jumpa pers sebelum pertandingan melawan Australia.

"Pesan saya, meski kami berasal dari berbagai belahan dunia dan lahir di tempat berbeda, kami tetap berjuang untuk warna yang sama dan memiliki tugas yang sama untuk membela serta mewakili negara ini," ucap Idzes

"Para pemain baru yang datang sudah beradaptasi dengan baik, dan menurut saya atmosfer dalam tim sangat positif," tambahnya kembali.

Dengan banyaknya pemain yang tumbuh di akademi Eropa, kali ini Indonesia memiliki kualitas teknis dan fisik yang lebih mumpuni untuk menghadapi lawan-lawan kuat. Di bawah Shin Tae-yong, mereka mampu menahan imbang Australia 0-0 di Jakarta pada September lalu dan mencetak sejarah dengan mengalahkan Arab Saudi 2-0 di Stadion Gelora Bung Karno.

Meski mengakui bahwa laga berikutnya akan menjadi ujian besar, Idzes menilai hasil sebelumnya menunjukkan peningkatan standar permainan Indonesia.

"Kami sudah menunjukkan dalam setahun terakhir bahwa Indonesia adalah tim yang harus diperhitungkan. Kami sudah membuktikannya di grup ini. Anda bisa melihat perkembangan dan pembangunan yang sedang terjadi dalam tim kami," kata Idzes.

Sementara itu, bagi Patrick Kluivert kesempatan untuk memimpin sesi latihan pertama dengan timnya sangat berharga. Dengan waktu yang terbatas sebelum laga melawan Australia, ia belum bisa menerapkan banyak perubahan dalam strategi permainan.

"Tapi itu bukan alasan. Tantangan ada untuk ditaklukkan, dan kami siap. Situasinya memang seperti ini, tapi saya yakin tim sudah tahu apa yang diharapkan besok, dan kami menantikan pertandingan ini,” sebut Kluivert

Tim Garuda sebelumnya sukses menahan Australia berkat pertahanan solid yang membatasi peluang lawan, meskipun kalah dalam penguasaan bola. Kemungkinan besar, strategi serupa akan diterapkan kembali pada pertandingan hari ini. Namun, sebagai mantan striker, Kluivert tetap ingin timnya bermain menyerang.

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore