
Oktafianus Fernando jadi sasaran kemarahan Bonek (Dok. Persebaya)
JawaPos.com — Persebaya Surabaya harus puas berbagi poin dengan PSIS Semarang setelah laga berakhir imbang 1-1. Gol dramatis Septian David Maulana di menit 90+4 menjadi pengganjal kemenangan Green Force di Stadion Gelora Bung Tomo.
Hasil imbang ini membuat Persebaya Surabaya gagal mengkudeta Dewa United di peringkat kedua Liga 1 Indonesia 2024/2025. Dengan tambahan satu poin, Green Force tertahan di posisi ketiga klasemen sementara dengan 48 poin.
Oktafianus Fernando menjadi sorotan utama dalam laga tersebut. Ia gagal memanfaatkan peluang emas yang seharusnya bisa mengakhiri pertandingan lebih cepat. Namun, peluang tersebut malah berujung petaka bagi Persebaya Surabaya.
Gagal mencetak gol di menit-menit akhir membuat Oktafianus Fernando mendapatkan rating terendah dalam laga ini. Statistik memperlihatkan performa yang kurang maksimal dari sang pemain sayap.
Pemain berusia 31 tahun ini hanya bermain selama 24 menit di laga tersebut. Dalam waktu singkat itu, ia gagal memberikan kontribusi signifikan untuk timnya.
Dari segi statistik, Oktafianus mencatat expected goals (xG) sebesar 0.38. Itu menunjukkan peluang yang ia dapatkan sebenarnya cukup besar untuk menjadi gol.
Sepanjang laga, Oktafianus hanya melakukan tujuh sentuhan bola. Jumlah tersebut sangat minim untuk pemain yang diharapkan bisa menjadi pembeda di lini serang.
Akurasi umpan Oktafianus terbilang cukup baik dengan persentase 80%. Ia berhasil menyelesaikan empat dari lima umpan yang dilepaskannya.
Sayangnya, kontribusi dalam hal tembakan juga tak maksimal. Ia hanya melepaskan satu tembakan yang tak tepat sasaran.
Dalam duel-duel di lapangan, Oktafianus juga kurang bertenaga. Dari dua duel darat yang ia jalani, tak satu pun berhasil dimenangkannya.
Duel udara pun menjadi kelemahan lainnya. Oktafianus kalah dalam satu-satunya duel udara yang ia lakukan.
Selain itu, ia juga sempat kehilangan penguasaan bola satu kali. Itu menjadi catatan minor yang semakin menambah rentetan performa kurang memuaskan.
Oktafianus juga tercatat sekali dilewati lawan dalam situasi satu lawan satu. Ini semakin memperjelas betapa beratnya malam itu bagi sang pemain.
Usai laga, Oktafianus Fernando tak menghindar dari kritik dan mengakui kesalahannya. Ia dengan jujur menyatakan siap bertanggung jawab atas kegagalan Persebaya Surabaya meraih poin penuh.
“Ya mungkin saya bicara sedikit dan saya harus ambil tanggung jawab ini. Dan tidak ada masalah terkait permainan Persebaya jadi kesalahan kita tidak bisa mendapatkan poin penuh kesalahan ada di saya,” ujar Oktafinaus Fernando.

Daftar Pemain Timnas Argentina dan Aljazair di Grup J Piala Dunia 2026
Daftar Pemain Spanyol dan Tanjung Verde di Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Timnas Qatar vs Swiss di Piala Dunia 2026: The Maroons Terancam Gagal Start Sempurna
Daftar Pemain Inggris dan Kroasia di Grup L Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Amerika Serikat vs Paraguay di Piala Dunia 2026: Pembuktian Magis Christian Pulisic
Daftar Pemain Swedia dan Tunisia di Piala Dunia 2026
Prediksi Susunan Pemain Timnas Brasil vs Maroko: Vinicius Junior dan Achraf Hakimi Siap Saling Sikut di Piala Dunia
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Prediksi Skor Jerman vs Curacao di Piala Dunia 2026: Der Panzer Siap Menggila di Laga Perdana
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
