Paul Munster pastikan skuad Persebaya Surabaya siap hadapi PSM Makassar. (Media LIB)
JawaPos.com — Persebaya Surabaya harus puas berbagi poin dengan PSIS Semarang setelah laga dramatis berakhir imbang 1-1 di pekan ke-27 Liga 1 Indonesia 2024/2025. Gol telat Septian David Maulana di menit 90+4 memupus harapan Green Force untuk mengamankan tiga poin di kandang.
Hasil ini membuat Persebaya Surabaya gagal naik ke peringkat kedua klasemen sementara Liga 1. Mereka tetap tertahan di posisi ketiga dengan raihan 48 poin, terpaut satu angka dari Dewa United di posisi kedua.
Paul Munster tak bisa menyembunyikan kekecewaannya atas hasil imbang ini. Raut wajahnya yang muram menggambarkan betapa berat perasaan pelatih asal Irlandia Utara tersebut.
“Ya, babak pertama kami unggul 1-0 dan di babak kedua kami berusaha mencetak gol kedua,” ujar Munster usai pertandingan. “Saya tahu di Liga Indonesia keunggulan 1-0 belum cukup, kami juga berusaha menjaga clean sheet.”
Persebaya Surabaya memang tampil dominan dan menciptakan lebih banyak peluang di babak kedua. Sayangnya, penyelesaian akhir yang kurang tajam membuat mereka gagal menambah keunggulan.
Munster menyoroti kurangnya fokus timnya di menit-menit akhir pertandingan. Menurutnya, gol PSIS terjadi karena kelengahan dalam mengantisipasi situasi bola mati.
“Transisi cepat mereka berujung pada sepak pojok yang begitu cepat,” lanjut Munster. “Kami tidak fokus pada bola, ada 2 sampai 3 situasi di mana kami harus memenangkan bola tapi kami gagal melakukannya.”
Gol penyama kedudukan yang tercipta di detik-detik akhir benar-benar menjadi pukulan telak bagi Persebaya Surabaya. Munster mengakui timnya sangat kecewa karena seharusnya bisa mengamankan kemenangan.
“Ketika kami gagal mencetak gol kedua, peluang PSIS untuk menyamakan kedudukan tetap terbuka,” kata Munster. “Kami semua kecewa, tapi inilah sepak bola, segalanya bisa terjadi.”
Pelatih berusia 42 tahun itu juga memberikan dukungan penuh kepada Ofan yang dinilai berkontribusi pada gol penyama PSIS. Menurut Munster, kesalahan adalah bagian dari permainan dan tidak seharusnya menjadi beban bagi pemain muda tersebut.
“Kami semua support Ofan, kami memahami situasinya,” ujar Munster. “Jangan salahkan dia, ini bagian dari sepak bola.”
Munster juga menyinggung jadwal padat yang membuat para pemain kelelahan di akhir pertandingan. Faktor fisik disebut menjadi salah satu alasan mengapa Persebaya Surabaya kehilangan fokus di menit-menit krusial.
“Perubahan taktikal dan kelelahan pemain di akhir laga jadi tantangan besar,” kata Munster. “Jadwal padat dari laga tandang sebelumnya sangat berpengaruh.”
Meski kecewa, Munster tetap memuji performa timnya secara keseluruhan. Menurutnya, Persebaya Surabaya bermain sangat bagus dan menciptakan banyak peluang untuk mencetak gol.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
11 Barang yang Secara Psikologi Jadi Pemborosan Orang Miskin tapi Tak Pernah Dibeli Orang Kaya
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Suasana di Dalam Tenda Glamping Tempat Satu Keluarga Tewas di Temanggung
Harga Pasaran 4 Pemain Lokal Ini Bikin Kaget! Meroket usai Bawa Persebaya Surabaya Finis Papan Atas
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Ramadhan Sananta, Mesin Gol Baru Era Bernardo Tavares
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
