Oktafianus Fernando jadi sasaran kemarahan Bonek (Dok. Persebaya)
JawaPos.com – Drama seru mendebarkan tersaji di Stadion Gelora Bung Tomo, saat Persebaya Surabaya gagal mengamankan tiga poin saat menjamu PSIS Semarang dalam lanjutan BRI Liga 1 2024/2025. Green Force harus puas berbagi angka setelah Mahesa Jenar mencetak gol penyama kedudukan di menit akhir, membuat laga berakhir dengan skor 1-1.
Bertanding sebagai tuan rumah dengan dukungan ribuan Bonek, membuat Persebaya begitu semangat. Pertandingan berlangsung ketat sejak peluit awal dibunyikan. Kedua tim silih berganti melancarkan serangan.
Persebaya tampil agresif sejak awal laga. Kesempatan dari tendangan bebas sempat diperoleh, namun eksekusi Francisco Rivera belum membuahkan hasil.
PSIS baru mendapatkan peluang emas di menit ke-15. Melalui skema serangan balik, Boubakary Diarra mengirimkan umpan yang sayangnya gagal dimanfaatkan oleh Sudi Abdallah.
Jual beli serangan terus berlangsung hingga babak pertama mendekati akhir. Tepat sebelum turun minum, Persebaya akhirnya mampu memecah kebuntuan. Gol yang dinantikan hadir melalui kaki Rivera, membawa Green Force unggul 1-0 saat memasuki jeda pertandingan.
Memasuki babak kedua, tempo permainan tetap tinggi. Persebaya dan PSIS saling menyerang, berupaya mencetak gol tambahan.
Rivera menjadi motor serangan Persebaya dengan membangun serangan dari lini belakang. Sementara itu, PSIS mengandalkan serangan balik cepat untuk menekan pertahanan tuan rumah.
Di menit-menit akhir pertandingan, Persebaya hampir menambah keunggulan. Melalui skema serangan balik setelah sepak pojok PSIS, peluang emas hadir di kaki Oktafianus Fernando. Sayangnya, sontekannya melenceng tipis dari gawang, meski di sampingnya terdapat tiga rekan setim yang dalam posisi lebih menguntungkan.
Kesempatan emas yang terbuang tersebut menjadi penyesalan besar bagi Persebaya. Sebaliknya, PSIS mampu memanfaatkan momentum di menit akhir untuk menyamakan skor. Septian David Maulana mencetak gol penyeimbang setelah berhasil menyambar umpan silang yang gagal diamankan oleh Ernando Ari. Skor 1-1 pun menjadi hasil akhir pertandingan.
Hasil ini membuat Persebaya gagal naik ke peringkat kedua klasemen BRI Liga 1. Green Force tetap berada di posisi ketiga dengan raihan 48 poin dari 27 laga. Sementara itu, PSIS kini mengumpulkan 24 poin dan bertengger di peringkat ke-15.
Kakak dari Marselino Ferdinan, Oktafianus Fernando, menjadi sasaran kemarahan Bonek akibat kegagalannya memanfaatkan peluang emas di menit akhir. Banyak suporter Persebaya yang meluapkan kekecewaan mereka melalui media sosial.
"Ofan ofan, kok egois seh.," kata @andrik.85
"4 vs 1 loh cak, enek batire kok malah dolanan dewe," ujar @xbong_16

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
