
Joao Ferrari jadi salah satu tembok kukuh PSIS Semarang jelang hadapi Persebaya Surabaya. (Media PSIS)
JawaPos.com — Persebaya Surabaya bakal menghadapi ujian berat saat menjamu PSIS Semarang di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Rabu (12/3) malam. Tim tamu datang dengan ambisi besar mencuri poin dalam laga pekan ke-27 Liga 1 Indonesia 2024/2025.
PSIS Semarang memang sedang dalam tren negatif dalam lima laga terakhir tanpa kemenangan. Namun, pelatih Gilbert Agius tetap optimistis timnya bisa bangkit di laga penting ini. Gilbert Agius mengaku sudah menyiapkan strategi terbaik untuk meredam permainan Persebaya Surabaya. Ia juga memuji pelatih Persebaya Surabaya, Paul Munster, yang sukses mengangkat performa Green Force meski sempat tertekan di awal musim.
"Selamat kepada coach Paul, dia mengalami tekanan besar beberapa minggu lalu, tapi berhasil mengubah semuanya. Saya senang untuknya," kata Agius dalam konferensi pers sebelum pertandingan di Surabaya, Selasa.
Persebaya Surabaya memang sedang dalam performa impresif dan berada di peringkat ketiga klasemen sementara Liga 1 Indonesia. Green Force mengoleksi 47 poin dari 14 kemenangan, lima hasil imbang, dan tujuh kekalahan.
Di sisi lain, PSIS Semarang masih berkutat di papan bawah dengan menempati posisi ke-14 klasemen sementara. Mereka hanya mengoleksi 23 poin hasil dari enam kemenangan, lima hasil imbang, dan 14 kekalahan. Meski dalam kondisi kurang ideal, PSIS punya dua pemain bertahan tangguh yang patut diwaspadai Persebaya Surabaya. Mereka adalah Joao Ferrari dan Lucas Barreto yang dikenal sebagai benteng kokoh di lini belakang.
Joao Ferrari mencatatkan rata-rata 3,3 clearance per pertandingan musim ini. Sementara Lucas Barreto tak kalah solid dengan rata-rata 3,2 clearance per laga.
Statistik ini menunjukkan betapa vital peran keduanya dalam menjaga pertahanan PSIS Semarang. Mereka menjadi kunci utama dalam meredam serangan-serangan lawan sepanjang musim ini.
Joao Ferrari sudah tampil dalam 25 pertandingan dengan total 2.242 menit bermain. Ia juga mencatatkan satu gol dan satu assist dengan akurasi umpan mencapai 84%. Meski berposisi sebagai bek, Ferrari tetap aktif membantu serangan dengan menciptakan 10 percobaan tembakan. Ia juga rajin melakukan intersep dan tekel untuk mematahkan serangan lawan.
Dalam hal kedisiplinan, Ferrari menerima tiga kartu kuning tanpa satu pun kartu merah. Ia juga melakukan 25 pelanggaran dan hanya dilanggar 10 kali.
Lucas Barreto tak kalah impresif dengan catatan 22 penampilan dan 1714 menit bermain. Ia memiliki akurasi umpan lebih baik dibanding Ferrari dengan 88%. Barreto juga menyumbang satu assist meski belum mencetak gol musim ini. Namun, kontribusinya dalam bertahan sangat terasa dengan catatan enam tembakan dan satu umpan kunci. Soal kedisiplinan, Barreto sedikit lebih agresif dengan empat kartu kuning. Ia melakukan 14 pelanggaran dan dilanggar sebanyak 17 kali.
Kombinasi Joao Ferrari dan Lucas Barreto menjadi benteng kokoh yang siap menghadang lini serang Persebaya Surabaya. Keduanya punya kemampuan membaca permainan dan duel udara yang sangat baik. Persebaya Surabaya tentu harus mencari celah untuk menembus pertahanan kokoh PSIS ini. Dengan ketajaman lini depan Green Force, laga ini diprediksi berlangsung sengit dan menarik.
Menarik menantikan duel lini depan Persebaya Surabaya yang diisi pemain-pemain lincah dan tajam melawan dua bek tangguh PSIS. Siapakah yang akan keluar sebagai pemenang dalam pertarungan seru ini?
Persebaya Surabaya memang menjadi salah satu tim yang tampil konsisten di musim ini. Di bawah asuhan Paul Munster, tim ini berhasil menunjukkan performa stabil di tengah persaingan ketat Liga 1 Indonesia.
Munster dikenal sebagai pelatih yang mampu memaksimalkan potensi pemain muda. Terbukti, banyak pemain Persebaya Surabaya yang bersinar musim ini berkat polesan tangan dinginnya.
Namun, menghadapi PSIS Semarang, Munster harus memutar otak untuk menembus pertahanan yang dijaga Ferrari dan Barreto. Duet bek asing ini dikenal lugas dan tak kenal kompromi saat menjaga lini belakang.

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Surat Satir Sony Sanjaya ke Kepala BGN Baru Bikin Heboh, Netizen: Nanik Deyang Cepu ya Pak?
Resmi Jadi Tersangka Korupsi MBG, Sony Sonjaya Kirim Surat Satir ke Kepala BGN Baru: 'Terima Kasih Hadiah Indahnya'
Dikabarkan Deal! Persebaya Surabaya Gaet Lima Pemain Anyar, Empat Legiun Asing dan Satu Striker Lokal
