Oktafianus Fernando mengambil tendangan sudut pada sesi latihan Persebaya Surabaya era Aji Santoso. (Media Persebaya)
JawaPos.com — Tendangan bebas menjadi salah satu senjata mematikan dalam sepak bola modern. Persebaya Surabaya di era Aji Santoso dikenal punya eksekutor andal yang sering kali membuat lawan ketar-ketir.
Dalam sepak bola, tendangan bebas diberikan sebagai hadiah atas pelanggaran yang dilakukan tim lawan. Momen ini jadi peluang emas untuk menciptakan gol atau setidaknya mengancam gawang lawan.
Ada dua jenis tendangan bebas yang dikenal dalam aturan sepak bola, yakni tendangan bebas langsung dan tidak langsung. Keduanya punya perbedaan mendasar dalam eksekusi dan aturan mainnya.
Tendangan bebas langsung memungkinkan pemain menendang bola langsung ke gawang tanpa harus menyentuh pemain lain. Gol bisa tercipta hanya dalam satu sentuhan jika bola masuk ke gawang.
Sebaliknya, tendangan bebas tidak langsung harus menyentuh pemain lain sebelum dianggap sah sebagai gol. Wasit akan mengangkat tangannya sebagai sinyal tendangan bebas yang diberikan bersifat tidak langsung.
Dalam aturan Laws of The Game 2024/25, pelanggaran tertentu menjadi alasan pemberian tendangan bebas langsung. Misalnya, pelanggaran keras, handball, atau tekel yang berbahaya.
Sementara itu, tendangan bebas tidak langsung sering diberikan untuk pelanggaran teknis. Contohnya, back pass kiper atau mengontrol bola terlalu lama.
Persebaya Surabaya di bawah era Aji Santoso dikenal sangat serius mempersiapkan eksekutor bola mati. Latihan set piece menjadi menu wajib dalam sesi latihan mereka.
Aji Santoso tidak hanya melatih eksekusi tendangan bebas, tetapi juga skema bertahan dari serangan bola mati. Hal ini dilakukan agar tim bisa lebih siap dalam situasi bola mati baik saat menyerang maupun bertahan.
"Latihan hari ini kita mematangkan set piece. Khususnya free kick dan corner kick pada seluruh pemain, karena itu bagian dari taktik yang kita gunakan nanti saat bermain," jelas Aji kala itu.
Beberapa nama pemain sering dipercaya sebagai eksekutor tendangan bebas Persebaya Surabaya kala itu seperti Makan Konate, Mahmoud Eid, dan Hambali Tholib menjadi andalan dalam situasi bola mati.
"Kita sudah punya siapa-siapa yang akan mengeksekusi free kick. Begitu juga bagaimana menyerang dan defending corner kick semua sudah kita ajarkan," terang Aji.
"Tapi ini perlu dilatih yang berulang-ulang kepada pemain. Supaya nantinya terbentuk otomatisasi saat pertandingan nanti," sambungnya.
Bahkan, Hambali Tholib pernah mencetak gol spektakuler lewat tendangan bebas di Piala Gubernur Jatim 2020. Kemampuan eksekusi bola mati menjadi salah satu kekuatan Persebaya Surabaya di bawah Aji Santoso.

104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
8 Spot Kuliner di Kota Tua Surabaya, Makan Enak dengan Suasana Vintage dan Pemandangan yang Memanjakan Mata!
Mariano Peralta Merapat ke Persija Jakarta? Manajer Borneo FC Langsung Buka Suara
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
