Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 6 Maret 2025 | 06.54 WIB

Cerita Mantan Persebaya Surabaya Jacksen F. Tiago di Ramadhan Pertama sebagai Mualaf, Masak Sendiri Menu Berbuka Puasa dan Sahur

Jacksen F. Tiago dan Ramadan Pertama sebagai Mualaf. (Angger Bondan/Jawa Pos)

JawaPos.com - Tidak ada kesulitan yang dirasakan Jacksen F. Tiago dalam menjalankan ibadah puasa Ramadan untuk pertama kalinya. Jacksen yang mengucapkan dua kalimat syahadat pada Oktober tahun lalu itu sangat lancar melaksanakannya.

Di pojok ruang masak, berbagai jenis bahan makanan tertata apik. Ubi bersebelahan dengan singkong. Kentang dan pisang ditaruh berjejeran. 

Di sebelahnya, ada satu krat telur. Plus ada daging di kulkas. Setiap mendekati Maghrib, ada satu sosok yang masuk ke dapur itu: Jacksen F. Tiago. Sejurus kemudian, Direktur Akademi Borneo FC itu berubah menjadi chef. "Selama Ramadan, saya sendiri yang masak untuk kebutuhan berbuka puasa ataupun sahur," kata Jacksen kepada Jawa Pos

Tahun ini adalah Ramadan perdana bagi pria berdarah Brasil itu sejak menjadi muslim. Dan, Jacksen tidak bisa menjalani momen Ramadan dengan berkumpul bersama keluarga. "Karena sejak takziah dari rumah duka Bejo Sugiantoro (25/2), saya langsung terbang ke Samarinda," tambahnya. Karena tidak bersama istri, Jacksen pun memasak sendiri.

Tapi menu yang dimasak tidak sembarang. "Saya menghindari makanan kaleng-kalengan. Saya lebih suka mengolah bahan makanan dari hasil bumi. Yang paling wajib ya telur. Saya bisa habis sembilan biji telur per hari," tambah mantan pelatih timnas Indonesia itu. 

Jacksen punya menu favorit saat berbuka maupun sahur. Saat berbuka, dia suka makanan yang berbau Arab. "Kebetulan istri saya punya latar belakang Arab. Yang pertama saya konsumsi pasti air putih dan kurma. Setelah itu baru makan telur dan alpukat. Itu dengan tujuan agar semua kebutuhan karbo, protein, dan lemak sehat, bisa terpenuhi," beber suami dari Nadira Bajamal tersebut.

Lalu, bagaimana dengan menu sahur? "Yang pasti telur dan daging ayam. Kadang juga daging sapi atau tuna. Lalu dipadukan dengan ubi atau kentang goreng. Saya juga lebih banyak minum air putih dan konsumsi buah pepaya sebelum imsak," beber pelatih 56 itu. Makanan itulah yang membuat Jacksen lebih kuat dalam menjalani ibadah puasa.

Pria yang memeluk Islam pada 15 Oktober 2024 itu mengaku sama sekali tidak kesulitan melakoni ibadah puasa Ramadan pertamanya. Sebab, menurutnya, ini bukan kali pertama dia menjalani puasa. "Ini sudah yang ketiga kali. Dua Ramadan sebelumnya, saya ikut menjalani puasa karena menghormati istri yang juga berpuasa," beber Jacksen.

Dia sama sekali tidak merasa lemas. Tidak ada rasa lapar atau dahaga yang berlebihan selama puasa. "Tidak ada hal yang berat sama sekali. Karena kebetulan dari dulu, setiap kali saya mau bertanding, saya punya kebiasaan selalu berpuasa sehari sebelumnya," ungkap mantan pelatih Persipura Jayapura itu.

Karena sudah terbiasa, Jacksen masih sering melakukan kegiatan berat ketika berpuasa. "Saya malah sering menjaga kebugaran dengan jalan sehat dan berlatih di gym," tambahnya. Baginya, puasa bukan hanya sekadar menahan lapar dan haus. "Tapi, sesuatu yang sangat spiritual dan melebihi akal sehat," jelasnya.

Editor: Hendra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore