Pemain Persibo Bojonegoro, Barata (kiri), kencang dirumorkan dengan Persebaya Surabaya. (Media Persebaya Surabaya)
JawaPos.com - Persibo Bojonegoro harus menerima kenyataan pahit setelah gagal bertahan di Liga 2 usai takluk 2-1 dari Persipura Jayapura dalam laga Playoff Degradasi di Stadion Mandala Jayapura, Jumat (28/2). Hasil ini memastikan Persibo turun kasta ke Liga 3 setelah sebelumnya sempat berjuang untuk tetap berada di kompetisi Liga 2.
Ironisnya, Laskar Angling Dharma sebelumnya berkesempatan untuk lolos ke babak playoff promosi ke Liga 1, sebelum insiden kontra Deltras FC membuyarkan segalanya. Pertandingan ini menjadi penentuan nasib terakhir bagi Persibo. Sempat memberikan harapan dengan menyamakan kedudukan, impian The Giant Killer (julukan Persibo) pupus setelah kapten Persipura, Boaz Solosa, mencetak gol melalui eksekusi penalti menjelang laga berakhir. Dengan kekalahan ini, anak asuh Reswandi pun harus menerima kenyataan pahit mengakhiri musim dengan hasil mengecewakan.
Sejak awal, Persibo menyadari bahwa laga melawan Persipura di kandang lawan bukan tugas mudah. Namun, mereka tetap berjuang untuk mempertahankan posisi di Liga 2. Sayangnya, tekanan dari tim tuan rumah yang lebih berpengalaman membuat Laskar Angling Dharma tak mampu keluar dari situasi sulit. Mereka harus terdegradasi dan kehilangan tempat di kasta kedua sepak bola nasional.
Kegagalan ini memicu kekecewaan besar dari para pendukung setia mereka. Reaksi suporter terlihat jelas di kolom komentar unggahan resmi klub yang berisi ucapan terima kasih kepada penggemar. “Terima kasih kepada seluruh suporter dan masyarakat yang telah setia mendukung serta mendoakan perjuangan kami di Pegadaian Liga 2 2024/2025. Kami telah berusaha dan berjuang, namun Tuhan berkehendak lain. Kami akan segera kembali ke Liga 2 setelah melalui Liga Nusantara 2025/2026. Mohon doa dan dukungannya selalu,” tulis manajemen Persibo.
Namun, unggahan tersebut justru memantik respons tajam dari para pendukung yang kecewa dengan nasib tim kesayangan mereka. “Pilkada selesai = Persibo selesai,” sindir akun @ferdyyvalverde, menyinggung dugaan keterkaitan kondisi klub dengan politik lokal. “Musim depan berharap langsung promosi ke Liga 2 atau harus menunggu lima tahun sampai musim Pilkada lagi?” tulis @fariddrsa dengan nada skeptis.
Akun lain, @adenbaim008, menulis dengan nada lebih diplomatis, “Bukan hasil yang kita inginkan, bukan takdir yang kita harapkan. Mohon maaf, berjuang dan kembali lebih kuat. Bismillah.” Kritik tajam juga diarahkan ke kebijakan manajemen. “Tonton lagi kebijakan manajemenmu, nggak masuk akal. Sudah punya pelatih bagus malah diganti di tengah jalan. Manajemen bobrok ini, boooo!” ujar @hadi_gafir.
Sementara itu, akun @djoeang_cloth menanggapi dengan nada sarkas, “Episode selanjutnya akan muncul pahlawan yang akan membawa Persibo kembali ke Liga 2. Begitu kira-kira?” Salah satu komentar yang paling banyak disorot datang dari @ahmadghlm_, yang menilai keputusan mengganti pelatih sebagai kesalahan fatal. “Mengganti pelatih Regi itu adalah awal mula kesalahan besar! Entah apa yang terjadi di jajaran manajemen hingga membuat keputusan itu. Alhasil, tim terpuruk di babak playoff degradasi dan akhirnya terdegradasi juga. Pastikan evaluasi musim depan, jangan sampai kesalahan ini terulang lagi. Suwun.”
Kekecewaan besar dari suporter ini menjadi sinyal kuat bahwa Persibo perlu berbenah. Dari nyaris promosi ke Liga 1 hingga akhirnya terdegradasi ke Liga 3, perjalanan klub ini benar-benar menjadi cerita pahit bagi pendukung setianya.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
