Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 15 Februari 2025 | 06.10 WIB

Suporter Murka, Persis Solo Gagal Menang Meski Persik Kediri Bermain dengan 10 Orang Sejak Menit Pertama

Gelandang Persis Solo Sho Yamamoto dikawal ketat pemain Persik Kediri di Stadion Brawijaya, Jumat malam (14/2). (WAHYU ADJI/RADAR KEDIRI)

JawaPos.com - Persis Solo harus puas membawa pulang satu poin dari Stadion Brawijaya, Kediri. Bermain dengan keunggulan jumlah pemain sejak menit pertama, Laskar Sambernyawa hanya mampu bermain imbang 0-0 melawan Persik Kediri, Jumat (14/2) malam. Hasil ini membuat suporter Persis kecewa dan meluapkan kekecewaan mereka di media sosial.

Keuntungan besar seharusnya didapat Persis setelah striker asing Persik, Ramiro Fergonzi, mendapat kartu merah di detik ke-25 pertandingan. Pemain asal Argentina itu kedapatan menyikut wajah Sutanto Tan dengan sengaja, menyebabkan kapten Persis tergeletak di lapangan.

Wasit pun menghentikan permainan dan meninjau ulang insiden tersebut melalui VAR. Setelah melihat rekaman, ia langsung mengeluarkan kartu merah untuk Fergonzi. Persis pun unggul jumlah pemain sejak menit pertama.

Keunggulan jumlah pemain membuat Persis mencoba mendominasi permainan. Sho Yamamoto menjadi ancaman bagi lini belakang Persik. Ia mengirim umpan matang kepada Ramadhan Sananta di menit ke-7, tetapi kiper Persik dengan sigap mengamankan bola.

Persik yang bermain dengan 10 orang tak tinggal diam. Mereka tetap berusaha menyerang. Di menit ke-12, kombinasi antara Kanafi, Bayu Otto, dan Majed Osman nyaris membuahkan gol. Sayangnya, tendangan keras Majed masih melebar di sisi kiri gawang Muhammad Riyandi.

Persis kembali mendapatkan peluang emas di menit ke-19. Lautaro Belleggia melepaskan tendangan keras yang mengarah tepat ke gawang, tetapi kiper Persik berhasil melakukan penyelamatan gemilang.

Pada menit ke-25, Persik mendapat peluang melalui bola mati setelah Rifqi Ray dilanggar oleh Jordy Tutuarima. Dari situasi set piece ini, Kiko hampir saja mencetak gol lewat sundulan, namun bola masih melenceng.

Memasuki babak kedua, Persik justru semakin berani menekan. Pada menit ke-71, Ze Valente mengirim umpan terobosan kepada Majed Osman yang sukses menggetarkan gawang Persis. Namun, VAR kembali bekerja dan menganulir gol tersebut karena offside.

Duel semakin panas di penghujung laga, tetapi pertandingan sempat terhenti di menit ke-87 akibat lampu stadion yang tiba-tiba padam. Setelah menunggu cukup lama, pertandingan akhirnya dilanjutkan. Sayangnya, Persis tetap gagal mencetak gol hingga peluit panjang dibunyikan.

Pelatih Persis Solo, Ong Kim Swee, menyesalkan banyaknya peluang yang terbuang sia-sia.

“Peluang yang kami ciptakan gagal semua, padahal banyak tadi yang sudah ada di depan mata. Bermain dengan 10 pemain membuat pemain lawan bertahan, dan kami terlalu terburu-buru dalam menyerang,” ucapnya seusai laga.

Kekecewaan juga dirasakan oleh para suporter Persis. Mereka melampiaskan amarah di media sosial.

Editor: Hendra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore