Jayus Hariono (kiri) dalam latihan PSS Sleman. (Dok. PSS)
JawaPos.com - PSS Sleman sedang dalam tren negatif setelah mengalami tiga kali kekalahan berturut-turut di Liga 1 Indonesia musim ini. Super Elang Jawa kini semakin terdesak menuju zona degradasi lantaran gagal meraup satu pun poin di tiga pertandingan terakhir.
Kubu asuhan Mazola Junior itu melakukan evaluasi total dalam sesi latihan untuk menghindari kekalahan berikutnya pada pekan ke-23. Apalagi, mereka akan bertandang ke markas Arema FC yang juga sedang berhasrat mencari poin penuh.
Dilansir dari Liga Indonesia Baru, PSS Sleman menjalani sesi latihan sembari melakukan evaluasi tentang kekalahan beruntun yang terjadi dalam tiga pertandingan terakhir. Kondisi ini mengharuskan seluruh pemain di dalam tim untuk kembali fokus guna memperbaiki skema permainan. Pelatih Mazola Junior menginstruksikan para pemain untuk tidak tampil mengecewakan ketika menghadapi Arema FC. Hal itu pun diamini oleh gelandang baru PSS Sleman, Jayus Hariono.
"Kami menjalani instruksi untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan serta evaluasi permainan. Kami membahas beberapa perbaikan dan mencoba mencari solusi dari permasalahan yang terjadi. Kami berharap bahwa pertandingan besok sudah ada perbaikan untuk tidak mengalami kekalahan." ujar mantan gelandang Arema FC itu mengenai evaluasi besar-besaran PSS Sleman.
"Kami mengakui bahwa permainan kami menurun dan layak untuk kalah. Saya percaya bahwa para pelatih sudah mendapat informasi tentang kekurangan dan bersama-sama kita mencari solusi. Pertandingan besok semoga jadi pembuktian bagi kami untuk bisa memutus hasil kekalahan beruntun" pungkas gelandang bertahan berusia 28 tahun itu.
PSS Sleman saat ini sedang berkutat di pintu masuk zona degradasi. Berada di peringkat 15, Laskar Sembada malah bisa turun peringkat menuju zona degradasi andaikan Semen Padang berhasil menang melawan Persita Tangerang. PSS Sleman sudah menjalani 22 pekan di Liga 1 musim ini. Masing-masing dengan hasil 6 kali menang, 4 kali imbang, dan 12 kali kalah. Kubu Mazola Junior mencetak 26 gol, namun kebobolan 27 gol.
PSS Sleman mengalami tiga kekalahan beruntun sejak pekan ke-20 sampai pekan ke-22. Mereka baru saja kalah 2-1 dari Bali United dengan skor tipis 2-1, kemudian kalah dari Borneo FC dengan skor 1-0, dan terakhir kalah 4-2 dari Semen Padang.
Kemenangan melawan Arema FC bakal memutus serentetan hasil negatif milik PSS Sleman. Terakhir kali PSS mendapat kemenangan adalah ketika sanggup menaklukkan Persebaya Surabaya dengan skor 3-1 di pekan ke-18 pada (11/1) lalu.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
11 Barang yang Secara Psikologi Jadi Pemborosan Orang Miskin tapi Tak Pernah Dibeli Orang Kaya
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Suasana di Dalam Tenda Glamping Tempat Satu Keluarga Tewas di Temanggung
Harga Pasaran 4 Pemain Lokal Ini Bikin Kaget! Meroket usai Bawa Persebaya Surabaya Finis Papan Atas
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Ramadhan Sananta, Mesin Gol Baru Era Bernardo Tavares
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
