Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 13 Februari 2025 | 16.20 WIB

Selain Karena Wasit, Terungkap Alasan Kemarahan Andik Vermansah saat Persiraja Banda Gagal Promosi ke Liga 1

Andik Vermansah kecewa dengan sistem Liga 2 setelah dua kali gagal bawa Persiraja Banda Aceh promosi ke Liga 1. (Istimewa)

JawaPos.com – Mantan pemain Persebaya Surabaya, Andik Vermansah, kembali menjadi sorotan setelah Persiraja Banda Aceh, klub yang ia perkuat saat ini, harus menerima kenyataan pahit usai kalah tipis 0-1 dari PSPS Pekanbaru dalam laga playoff Liga 2. Pertandingan tersebut berlangsung di Stadion Kaharuddin Nasution, Rumbai, Pekanbaru, pada 11 Februari 2025.

Hasil ini memastikan bahwa Persiraja gagal meraih tiket promosi ke Liga 1. Bahkan, laga terakhir mereka melawan Deltras tidak akan mempengaruhi posisi tim yang dijuluki Laskar Rencong tersebut.

Namun, perhatian publik bukan hanya tertuju pada hasil pertandingan, melainkan juga pada keputusan kontroversial yang dibuat oleh wasit. Sejumlah keputusan yang diambil dianggap tidak sesuai dengan regulasi yang berlaku. Situasi ini menimbulkan kekecewaan di kalangan pemain Persiraja, termasuk kapten tim, Andik Vermansah.

Pemain yang pernah membela Timnas Indonesia dalam Piala AFF 2016 itu menyuarakan kekecewaannya melalui Instagram. Ia menuliskan pesan yang mencerminkan ketidakpuasannya terhadap sistem sepak bola Indonesia.

"Jadi pemain bola pro dari 2008 sampai sekarang, main bola kayak jadi wayang," tulis Andik dalam Instagram story.

Selain itu, ayah satu anak tersebut juga mengkritik kondisi Liga 2 yang menurutnya mengalami banyak masalah.

"Liga bobrok," tulis Andik sambil menandai Ketua Umum PSSI Erick Thohir, PT. LIB, serta PSSI.

Tidak hanya Andik, gelandang Persiraja lainnya, Adam Maulana, juga meluapkan kekecewaannya. Pemain yang juga pernah membela Persebaya ini menyatakan bahwa perjuangannya sejak kecil untuk menjadi pesepak bola terasa sia-sia.

"Sia-sia ikut sekolah sepak bola dari kecil, pas jadi pemain bola ujung-ujungnya dikerjain orang," keluhnya.

Salah satu faktor yang diduga menjadi pemicu ketidakpuasan para pemain adalah absennya teknologi Video Assistant Referee (VAR) di Liga 2 Indonesia. Ketiadaan teknologi ini menyebabkan keputusan wasit sering kali dipertanyakan dan menuai kontroversi di lapangan.

Saat ini, Andik sedang menjalani musim keduanya bersama Persiraja Banda Aceh. Pemain asal Jember berusia 33 tahun tersebut nyaris membawa timnya promosi pada musim sebelumnya.

Meskipun mendapatkan tawaran dari beberapa klub Liga 1 dan Liga 2 di awal musim, ia memilih untuk tetap bertahan di Persiraja. Keputusan tersebut diambil karena ia ingin menyelesaikan misinya yang sempat tertunda.

Selain wasit, dua kali kegagalan Andik membawa Persiraja ke Liga 1 itu adalah sumber kekecewaannya. Perjuangannya bersama Persiraja berakhir dengan hasil yang tidak sesuai harapan.

"Saya bertahan di sini (Persiraja) untuk menyelesaikan misi musim lalu (untuk ke Liga 1) yang gagal," ungkapnya kepada Jawa Pos setelah pertandingan melawan PSIM pada 31 Januari 2025.

Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore