Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 13 Februari 2025 | 04.54 WIB

Cerita Gelandang Persebaya Surabaya Andre Oktaviansyah Dijuluki Cobra, Mematuk Pemain Persita Tangerang hingga Berbuah Kartu Merah

Andre Oktaviansyah punya bekal jadi pemain penting bagi Persebaya Surabaya di masa depan jika mampu mengontrol sikap dan emosinya di lapangan. (Persebaya.id)

JawaPos.com - Andre Oktaviansyah menjadi salah satu pilar Persebaya di lapangan tengah yang cukup sering mendapat kesempatan bermain, terutama saat era kepelatihan Paul Munster.

Meski harus bersaing dengan dua gelandang lain Gilson Costa dan Mohammed Rashid, Andre masih bisa mencatatkan 11 kali penampilan bersama Persebaya musim ini.

Jumlah penampilan Andre masih bisa bertambah seiring banyak pemain tengah yang cedera. Akhir pekan ini saat Green Force akan menghadapi PSBS Biak, gelandang Mo Rashid dan Gilson Costa dipastikan absen karena akumulasi kartu kuning. 

Momen ini bisa menjadi kesempatan bagi Andre untuk menunjukkan performa terbaiknya sebagai gelandang bertahan. Andre didatangkan dari Persikabo Bogor pada Maret 2021 berkat performa gemilangnya saat membela Timnas Indonesia U-19.

"Aku dikontrak Persebaya dari Persikabo. Ini adalah kesempatan untuk mencari tantangan baru karena Persikabo itu dekat dengan rumah, jadi dengan bergabung dengan Persebaya, aku bisa terlatih untuk keluar dari zona nyaman," ujar Andre di podcast Allegiant.

Keputusannya keluar dari zona nyaman untuk bermain bersama Persebaya tampaknya tepat. Sebagai pemain muda, ia cukup banyak mendapat menit bermain. Selama bermain untuk Green Force, Andre telah berlaga dalam 48 pertandingan dengan mencetak satu gol dan dua assist.

Selain terkenal karena gaya permainanya yang lugas, Andre juga mendapatkan julukan cobra dari rekan-rekannya.  "Jadi itu salah satu temanku yang memberi julukan itu. Penyebabnya karena menurut dia, gaya mainku itu suka mematuk-matuk kayak ular kobra, akhirnya aku dijuluki cobra," imbuhnya.

Gaya mematuk memang benar terbukti di lapangan, racun berbisa patukan Andre membuat lawannya kesakita. Alhasil hingga kini ia telah mengoleksi enam kartu kuning dan dua kartu merah.

Salah satu kartu merah yang menjadi sorotan bahkan sempat viral adalah saat ia dianggap memukul pemain Persita, Badrian Ilham yang ternyata adalah sahabatnya sejak anak-anak.

"Jadi itu tidak ada maksud buat memukul atau mencederai, karena dia (Badrian Ilham) itu sahabatku sejak kecil. Setelah insiden (pemukulan) itu kita ya nggak ada masalah apa-apa, bersahabat seperti biasa lagi. Nah itu yang netizen tidak tahu, jadi akhirnya mereka banyak yang menghujat," ungkapnya.

Di sisi lain, pemain kelahiran Depok itu juga mengungkapkan cedera yang pernah ia alami hingga membuatnya absen hampir setahun dan itu sempat membuatnya terpuruk.

"Jadi saat itu ikut Garuda Select, kita semacam pemusatan latihan di Inggris, dan aku cedera meniskus atau cedera lutut. Waktu itu aku shooting dengan kaki kiri, tapi kaki kananku ketahan, akhirnya kejadianlah cedera itu, dan operasi di sana, hingga pemulihannya sembilan bulan, dan tiga bulannya mulai berlatih di lapangan. Sempat down sih akibat cedera itu," kisahnya.

Ia juga merasa bahwa pasca cedera tersebut, performanya agak menurun karena ia bermain lebih hati-hati agar tidak mengalami cedera parah lagi.

Perlahan tapi pasti, upaya Cobra mengembalikan performanya mulai membuahkan hasil. Kini ia bersama rekan-rekan setim diuji konsistensinya untuk bisa membawa Persebaya tetap bersaing di jalur juara.

Editor: Hendra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore