Dime Dimov harus segera belajar kepada Slavko Damjanovic dan Kadek Raditya di Persebaya Surabaya. (Media Persebaya)
JawaPos.com — Kebijakan transfer Persebaya Surabaya di paruh musim Liga 1 Indonesia 2024/2025 mulai menuai kritik. Dua amunisi asing baru yang didatangkan pada bursa transfer tengah musim masih minim kontribusi bagi tim.
Di putaran pertama, Persebaya Surabaya sempat menjadi pesaing kuat dalam perebutan gelar juara. Tim berjuluk Green Force itu bahkan sempat menduduki puncak klasemen selama berminggu-minggu sebelum akhirnya tergeser oleh Persib Bandung.
Persebaya Surabaya mencoba memperkuat skuad dengan mendatangkan dua pemain asing baru. Dejan Tumbas dan Dime Dimov direkrut dengan harapan bisa memberikan dampak instan dalam persaingan di papan atas.
Namun, ekspektasi tersebut masih jauh dari kenyataan. Kedua pemain tersebut belum mampu mengangkat performa tim yang mulai mengalami inkonsistensi di putaran kedua.
Sosok yang paling disorot adalah Dime Dimov. Bek asal Makedonia Utara itu belum mampu menunjukkan kualitasnya meski memiliki rekam jejak bermain di kompetisi Eropa.
Dimov sudah mencatatkan lima laga bersama Persebaya Surabaya sejak debutnya di pekan ke-18. Sayangnya, dari lima laga yang dimainkan, Persebaya Surabaya menelan empat kekalahan dan hanya meraih satu hasil imbang.
Debut Dimov terjadi pada laga melawan PSS Sleman di Stadion Manahan, Solo, pada 11 Januari 2025. Pada pertandingan tersebut, ia dimainkan sebagai pengganti selama 21 menit, tetapi Persebaya Surabaya justru tumbang dengan skor 1-3.
Pada laga selanjutnya, Dimov tampil penuh saat Persebaya Surabaya menjamu Malut United di pekan ke-19. Namun, hasilnya kembali mengecewakan karena Persebaya Surabaya harus menelan kekalahan 0-2 di kandang sendiri.
Di pekan ke-20, Persebaya Surabaya kembali menelan kekalahan telak dari Barito Putera. Dimov hanya tampil selama 22 menit dalam pertandingan yang berakhir dengan skor 0-3 untuk keunggulan tim tuan rumah.
Harapan untuk bangkit muncul saat Persebaya Surabaya menjamu Persita Tangerang di pekan ke-21. Dimov tampil penuh selama 90 menit, tetapi Green Force hanya mampu meraih hasil imbang 1-1 di kandang sendiri.
Hasil buruk kembali terjadi saat Persebaya Surabaya bertemu Persis Solo di pekan ke-22. Bermain selama 90 menit, Dimov gagal membawa timnya meraih poin setelah kalah 1-2 di Stadion Manahan.
Rentetan hasil negatif ini membuat Dimov mulai diragukan kualitasnya. Kehadirannya yang diharapkan bisa memperkokoh pertahanan justru belum mampu membawa perubahan signifikan.
Ironisnya, Dimov masuk ke dalam daftar lima besar pemain dengan nilai pasar tertinggi di Liga 1 dengan nilai pasaran menyentuh angka Rp 7,82 miliar. Meski demikian, kontribusinya sejauh ini belum sebanding dengan status tersebut.
Kontrak Dimov bersama Persebaya Surabaya akan berakhir pada 31 Mei 2025. Jika performanya tak membaik, besar kemungkinan ia akan dilepas pada akhir musim ini.

5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
Persebaya Surabaya Dilaporkan Capai Kesepakatan dengan Striker Asing, Punya Rekam Jejak di Indonesia!
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
11 Tempat Berburu Sarapan Bubur Ayam Paling Enak di Bandung, Layak Masuk Daftar Wisata Kuliner!
10 Rekomendasi Bubur Ayam Paling Favorit di Surabaya, Terkenal Lezat dan Jadi Langganan Pecinta Kuliner Pagi
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Kuliner Nasi Goreng Paling Enak di Bandung, Tiap Hari Pelanggan Rela Antre Demi Menikmati Kelezatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
