Mental pemain Persebaya Surabaya seakan runtuh usai pernyataan Paul Munster usai dibantai PSS Sleman. (Media Persebaya)
JawaPos.com — Persebaya Surabaya mengalami masa sulit setelah kekalahan telak dari PSS Sleman pada 11 Januari 2025. Hasil tersebut menjadi awal rentetan hasil buruk yang membuat mental skuad Green Force dipertanyakan oleh para pendukungnya.
Pada laga tersebut, Paul Munster melakukan perubahan taktik di babak kedua. Ia memasukkan Alfan Suaib, Dejan Tumbas, dan Malik Risaldi. Ketiga pemain ini diharapkan mampu menambah daya gedor setelah Persebaya tertinggal cukup jauh di babak pertama.
Tiga menit setelah turun minum, Persebaya mendapatkan peluang emas lewat sundulan Flavio Silva. Namun, kiper PSS Sleman, Alan Jose, tampil gemilang dengan menepis bola dan menggagalkan upaya mencetak gol.
Pada menit ke-48, Dejan Tumbas sempat membobol gawang lawan. Namun, golnya dianulir karena offside. Keputusan ini sempat menuai protes dari para pemain Persebaya Surabaya yang merasa dirugikan.
Tim tamu terus mencoba menekan pertahanan PSS Sleman demi mengejar ketertinggalan. Pada menit ke-57, wasit memberikan hadiah penalti setelah Dejan Tumbas dilanggar oleh Cleberson Martins di kotak terlarang.
Bruno Moreira yang ditunjuk sebagai eksekutor menjalankan tugasnya dengan baik. Gol tersebut memperkecil ketertinggalan menjadi 3-1 dan memberi harapan bagi Green Force untuk bangkit.
Setelah gol tersebut, PSS Sleman berusaha merespons dengan membangun serangan balik cepat. Namun, lini pertahanan Persebaya Surabaya yang digalang Kadek Raditya dan Gilson Costa masih cukup disiplin dalam menghalau ancaman.
Munster kembali melakukan pergantian pemain dengan memasukkan Oktafianus Fernando dan Dime Dimov. Keduanya menggantikan Gilson Costa serta Kadek Raditya untuk menambah intensitas serangan.
Persebaya Surabaya mendapat peluang emas di masa injury time melalui tendangan jarak jauh Bruno Moreira. Tetapi, Alan Jose kembali menjadi momok dengan refleks cepatnya yang berhasil menepis bola tersebut.
Hingga peluit panjang berbunyi, tidak ada gol tambahan yang tercipta. Skor 3-1 untuk kemenangan PSS Sleman membuat Persebaya Surabaya harus pulang dengan tangan hampa.
Kekalahan ini tidak hanya berdampak pada posisi di klasemen. Tetapi juga pada mental bertanding para pemain. Hingga pekan ke-22, Persebaya Surabaya masih belum mampu meraih kemenangan di putaran kedua Liga 1.
Bonek mulai mempertanyakan kondisi mental skuad asuhan Paul Munster. Mereka menyoroti bagaimana tim kehilangan kepercayaan diri sejak kekalahan telak dari PSS Sleman tersebut.
Di media sosial, banyak Bonek yang menduga faktor utama kejatuhan mental tim adalah pernyataan kontroversial Munster. Ucapannya usai laga melawan PSS Sleman dianggap berpengaruh pada moral para pemain.
Akun Instagram @bondonekat.media mengunggah pernyataan Munster yang cukup mengejutkan. Dalam unggahan tersebut, Munster mengkritik keras kepemimpinan wasit dan menyatakan sepak bola Indonesia sudah mati.

Prediksi Susunan Pemain Timnas Portugal vs RD Kongo: Vitinha Incar Gol Pertamanya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
7 Weton Tulang Wangi Darah Manis yang Disukai Mahluk Halus Menurut Primbon Jawa, Weton Anda Termasuk?
Daftar Pemain Ghana dan Panama di Grup L Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Austria vs Yordania di Piala Dunia 2026: Debut Bersejarah Wakil Asia Terancam di Laga Pertama
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Timnas Portugal vs RD Kongo, Duel Pembuka Grup K Piala Dunia 2026 yang Sarat Ambisi
Surat Pernyataan Manajer Kopdes Merah Putih Bocor di Medsos, Undur Diri Kena Denda Rp 100 Juta?
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
